Perkebunan karet tidak bisa dihindarkan dari gulma-gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Pada dasarnya, teknik pengendalian gulma pada tanaman karet secara mekanik dilakukan dengan mengandalkan kekuatan fisik (mekanik). Caranya bisa menggunakan tangan, alat sederhana, atau alat berat berteknologi modern. Masing-masing teknik tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan tersendiri sehingga perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi perkebunan.
Penyiangan adalah cara pengendalian gulma yang dilakukan dengan mencabutnya menggunakan tangan. Kelebihannya yaitu praktis, cukup efisien, dan murah. Anda hanya perlu mencabut gulma tersebut satu per satu memakai tangan kosong. Teknik ini paling bagus diterapkan kepada gulma yang berjenis annual dan biennial. Sedangkan untuk gulma perennial menjadi tidak efektif lagi karena sisa gulma yang tertinggal di dalam tanah akan tumbuh lagi menjadi gulma-gulma baru dalam jumlah yang lebih banyak.

Dikenal beberapa teknik pengendalian yang dapat dikerjakan secara mekanik, antara lain :
- Pembajakan
Bajak tangan merupakan alat tambahan yang bisa dimanfaatkan pada saat mengolah tanah perkebunan terutama dalam penyiangan gulma di setiap barisan pertanaman. Tidak hanya gulma annual atau gulma biennial yang mampu ditanganinya, tetapi alat ini juga memiliki kinerja yang sangat baik dalam memberantas gulma perennial yang persisten. Gunakanlah alat bajak tangan ini dalam kurun waktu 3-4 bulan pertama pembajakan dengan interval setiap 10 hari. Bentuknya yang apik dapat membantu Anda dalam membersihkan gulma di area yang sulit dijangkau alat berat maupun herbisida.
- Pengolahan Tanah
Teknik pengolahan tanah ini sangat efektif dalam membasmi gulma annual, biennial, dan perennial. Gulma yang berjenis annual bisa diberantas cukup melalui pembajakan dangkal untuk merusak bagian tanaman yang ada di atas permukaan tanah. Kemudian untuk gulma biennial dapat dibasmi dengan merusak bagian atas dan bunganya. Berbeda dengan gulma perennial, gulma jenis ini harus dihilangkan semua bagiannya, baik yang terdapat di bawah maupun atas tanah. Sedangkan apabila jenis gulma yang tumbuh bervariasi, pengendaliannya harus dilanjutkan dengan penyemprotan herbisida dan pengolahan sampai tuntas.
- Penggenangan
Penggenangan dilakukan dengan menggenangi lahan menggunakan air dengan tinggi sekitar 15-25 cm selama 3-8 minggu. Sebelumnya harus dilakukan pembajakan terlebih dahulu. Pelaksanaan penggenangan pada umumnya berhasil menanggulangi gulma yang berjenis perennial. Diperlukan upaya yang sangat hati-hati agar tidak ada dampak negatif yang ditimbulkannya.
- Pemanasan
Pemberian panas dengan suhu tertentu mampu menyebabkan sel tanaman mati. Diketahui titik tersebut berada di kisaran antara 45-55 derajat celsius. Hal ini dikarenakan pemanasan bisa mengakoagulasikan protoplasma dan mengurangi enzim. Media yang digunakan dapat berupa api atau uap air. Media ini dipakai untuk menghancurkan bagian atas gulma yang sudah tua. Kendati pengerjaannya sangat gampang, tetapi risiko yang dimilikinya sangat besar seperti asap dan kebakaran.
- Pemberian Mulsa
Tujuan utama pemberian mulsa di atas gulma ialah menghalangi cahaya matahari sehingga gulma tidak bisa tumbuh dengan baik. Lama-kelamaan gulma ini pun akan mati dengan sendirinya karena sama sekali tidak bisa mendapatkan sinar matahari. Teknik pengendalian gulma dengan memberikan mulsa sangat cocok diaplikasikan terhadap gulma perennial.
Komentar
Posting Komentar