Dulu saya kira kalau mau mengirim paket, yang paling penting itu mengetahui berat barangnya. Kalau barangnya lima kilogram, ya tinggal membayar ongkos kirim untuk lima kilogram. Ternyata, urusannya tidak selalu sesederhana itu. Ukuran kardus juga bisa ikut menentukan biaya pengiriman. Saya baru menyadari hal ini ketika membayangkan seseorang yang ingin mengirim paket ke Jepang . Misalnya, isinya hanya bantal, pakaian, dan beberapa barang ringan lainnya. Ketika ditimbang, beratnya ternyata tidak seberapa. Namun, barang-barang tersebut membutuhkan kardus yang cukup besar. Nah, di sinilah ukuran paket bisa menjadi hal yang perlu diperhatikan. Dalam pengiriman tertentu, ekspedisi menggunakan perhitungan berat volumetrik untuk memperhitungkan ruang yang digunakan paket selama perjalanan. Artinya, paket yang ringan tetapi berukuran besar bisa saja dihitung berdasarkan berat volumenya, bukan hanya berat ketika ditimbang. Cara menghitungnya sebenarnya tidak terlalu sulit. Kita hanya perl...
Setelah tahu ongkir, biasanya pertanyaan berikutnya hampir pasti muncul: “Terus, sampainya berapa hari?” Wajar. Orang yang mengirim paket ke Jepang tentu ingin tahu kapan paketnya sampai. Apalagi kalau isinya pakaian, makanan, barang pribadi, atau sesuatu yang memang sedang ditunggu. Sayangnya, pengiriman barang itu bukan seperti pesan ojek online. Tidak bisa lihat titiknya sudah sampai mana lalu bertanya, “Bang, lima menit lagi ya?” 😄 Lama pengiriman bisa berbeda tergantung jenis layanan yang digunakan. Pengiriman udara biasanya lebih cepat Kalau ingin barang sampai lebih cepat, pengiriman udara biasanya menjadi pilihan. Untuk pengiriman dari Indonesia ke Jepang, layanan udara bisa dibagi menjadi beberapa pilihan. Ada layanan express dan ada juga layanan regular . Express biasanya membutuhkan waktu sekitar 5–7 hari . Sedangkan regular sekitar 7–10 hari . Waktu tersebut tentunya merupakan estimasi, bukan janji bahwa paket pasti mengetuk pintu rumah pada hari tertentu. Karena s...