Apakah faktor-faktor yang mempengaruhi harga karet? Pohon karet merupakan tanaman penghasil lateks alami yang banyak digunakan untuk berbagai industri, khususnya pembuatan ban kendaraan. Meskipun sekarang sudah ditemukan karet sintetis yang terbuat dari bahan-bahan kimia, tetapi kualitas karet alami tidak bisa tertandingi. Karet sintetis juga tidak terlalu awet serta tidak ramah terhadap lingkungan. Oleh karena itu, tingkat permintaan pasar akan karet alami terbilang cukup tinggi.
Indonesia dikenal sebagai salah satu produsen getah karet terbaik di dunia. Mayoritas lateks yang dihasilkan oleh para petani di Indonesia diekspor ke negara-negara pembuat kendaraan bermotor seperti Amerika, Eropa, Jepang, Korea, dan China. Kabar bagusnya adalah tanaman karet tidak bisa tumbuh dengan baik di negara-negara tersebut. Secara praktis, mereka pun sangat mengandalkan pasokan lateks alami dari negara-negara penghasil. Jadi harga lateks pun senantiasa terjaga tetap stabil cenderung naik.

Setidaknya terdapat empat faktor yang berpengaruh besar terhadap harga dari karet alami, antara lain :
Faktor 1. Pertumbuhan Ekonomi Dunia
Kondisi sektor ekonomi sangat mempengaruhi daya beli. Semakin bagus kesehatan ekonomi dunia, semakin tinggi pula daya beli masyarakat akan berbagai produk. Begitu pula sebaliknya, kondisi ekonomi yang buruk akan membuat daya beli masyarakat pun ikut menurun. Hal ini seperti yang terjadi di Indonesia pada era 1998-2000 atau Amerika Serikat pada 2009 yang mengalami krisis ekonomi. Untungnya saat ini kondisi ekonomi di tingkat dunia sudah sangat baik sehingga aktivitas jual beli karet pun semakin lancar.
Faktor 2. Kondisi Pasar Otomotif
Pengguna getah karet alami yang paling banyak terdapat pada industri otomotif. Industri ini sangat bergantung terhadap lateks sebagai bahan baku utama dalam pembuatan ban kendaraan. Semakin baik kondisi pasar otomotif ini, semakin banyak pula lateks yang diminta oleh industri-industri tersebut. Efeknya adalah harga karet akan semakin mengalami peningkatan. Perlu diperhatikan, penilaian terhadap kondisi pasar otomotif harus mencakup semua aspek, baik nasional maupun internasional.
Faktor 3. Harga Minyak Mentah
Tahukah Anda, minyak mentah merupakan bahan dasar pembuatan karet sintetis. Faktanya karet alami dan karet sintetis terus bersaing ketat dalam merebut hati produsen kendaraan otomotif untuk menggunakannya. Tentu saja faktor utama yang menjadi dasar produsen untuk memilih jenis karet yang akan digunakan ialah harga. Apabila harga karet sintetis lebih murah, maka produsen akan lebih memilih untuk menggunakannya. Demikian juga sebaliknya jika harga karet alami lebih murah. Adapun kondisi yang paling menguntungkan bagi petani karet yakni saat harga minyak mentah dunia melambung tinggi seperti pada tahun 2008.
Faktor 4. Ulah Spekulan Pasar
Spekulan pasar adalah pemain nakal dalam transaksi jual beli lateks karet. Pada saat harga karet murah, mereka akan memborong lateks tersebut dalam jumlah yang sangat besar lalu menimbunnya. Lalu ketika harga lateks mengalami kenaikan, para spekulan ini pun akan menjual lateks simpanannya secara bertahap agar dapat memperoleh keuntungan yang maksimal. Hanya saja jumlah spekulan yang bermain di pasar sangatlah banyak. Ada beberapa spekulan yang akan langsung menjual semua lateks timbunannya dengan harapan supaya mendapatkan harga terbaik. Namun ketersediaan lateks yang membanjiri pasar ini justru mengakibatkan harganya turun kembali.
Komentar
Posting Komentar