Bagaimana cara merawat tanaman karet di lahan gambut? Keberadaan lahan gambut akhir-akhir ini samakan banyak dimanfaatkan untuk dijadikan sebagai perkebunan karet. Tidak hanya pihak swasta atau negara, masyarakat pun mulai pandai dalam mengolah lahan gambut supaya ideal ditanami karet. Karet dipilih sebab tidak banyak membutuhkan tenaga kerja dan biaya pemeliharaan. Selain itu, risiko kegagalannya pun relatif kecil dibandingkan dengan tanaman semusim seperti cabai, tomat, dan lain-lain.
Penanaman bibit karet di lahan gambut dilakukan pada lubang tanam yang telah dibuat sedemikian rupa. Lubang tanam tersebut memiliki ukuran 40 x 40 cm di bagian dasar, 60 x 60 cm di bagian atas, dan kedalaman 60 cm. Usahakan pada saat membuat lubang, tanah bagian atas (top soil) diletakkan di sebelah kiri. Sedangkan tanah bagian bawah (subsoil) diletakkan di sebelah kanan. Lubang tanam tidak boleh langsung diisi bibit karet, melainkan wajib dibiarkan terlebih dahulu selama 30 hari agar kondisinya normal.
Bibit karet yang sudah ditanamkan pada lubang tanam harus dirawat dengan baik. Perawatan yang paling penting dilakukan terhadap karet, khususnya tanaman yang dibudidayakan di lahan gambut ialah pemupukan. Pemberian pupuk tidak hanya dilaksanakan pada saat pengolahan lahan menggunakan pupuk dasar, tetapi wajib dikerjakan secara berkelanjutan. Tujuannya supaya kebutuhan nutrisi yang diperlukan oleh karet tetap terjaga dengan baik. Pupuk diberikan dengan dosis yang seimbang sebanyak dua kali per tahun.

Pemberian pupuk harus dilaksanakan secara tepat dosis dan waktu. Jadwal pemupukan pada semester pertama ialah bulan Januari sampai Februari. Sementara jadwal pemupukan pada semester kedua yakni sekitar bulan Juli hingga Agustus. Sebaiknya gawangan digaru dan piringan dibersihkan terlebih dahulu seminggu sebelum dilakukannya pemupukan tanaman. Pupuk SP-36 umumnya diberikan lebih awal yaitu dua minggu sebelum diberikannya pupuk urea dan pupuk KCl.
Perawatan juga mencakup pengobatan terhadap tanaman karet yang terkena serangan penyakit. Ada baiknya upaya pengobatan ini dilaksanakan sedini mungkin untuk menghindari kondisi yang semakin parah. Pemberian obat yang dilakukan dengan cepat dan tepat mempunyai tingkat keberhasilan yang tinggi serta risiko kematian tanaman yang rendah. Sebaliknya jika pengobatan dilakukan setelah serangan penyakit sudah cukup parah, maka tingkat keberhasilannya hanya mencapai kurang dari 80 persen.
Jenis-jenis fungisida yang dianjurkan sebagai obat penyakit karet dan cara penggunaannya bisa Anda simak berikut ini!
- Pengolesan antara lain Calixin CP, Ingro Pasta 20 PA, Fomac 2, dan Shell CP.
- Penaburan antara lain Belerang, Anjap P, Bayfidan 3 G, Biotri P, dan Triko SP+.
- Penyemprotan antara lain Calixin 750 EC, Sumiate 12,5 WP, dan Vectra 100 SC.
- Penyiraman antara lain Alto 100 SL, Anvil 50 SC, Bayfi, dan 250 EC, Bayleton 250 EC.
Tingkat produktivitas tanaman karet sebenarnya tidak hanya ditentukan oleh klon unggul, kondisi tanah, dan pertumbuhan tanaman saja, namun juga dipengaruhi oleh teknik dan manajemen penyadapan. Jika syarat-syarat tersebut dapat dipenuhi dengan baik, maka diperkirakan tanaman karet di lahan gambut akan memenuhi kriteria matang sadap pada usia 5-6 tahun. Tanaman karet yang sudah matang sadap memiliki ciri-ciri seperti ukuran keliling lilit batang tanaman pada ketinggian 130 cm dari permukaan tanah paling tidak 45 cm. Apabila jumlah tanaman yang sudah memenuhi kriteria matang sadap telah melebihi 60 persen, artinya area pertanaman karet tersebut sudah siap untuk dipanen.
Komentar
Posting Komentar