Bagaimana cara penanaman bibit karet di lapangan? Bibit karet yang akan dipindahkan penanamannya ke lapangan harus diseleksi terlebih dahulu untuk memilih berdasarkan kualitasnya. Kriteria-kriteria yang harus diperhatikan antara lain tingkat produktivitas harus tinggi, responsif terhadap stimulasi hasil, ketahanan dari serangan hama dan penyakit, serta kemampuan pemulihan luka kulit yang baik. Sedangkan persyaratan dari bibit karet dalam polybag yang harus dipenuhi agar layak ditanam di lapangan yaitu bibit memiliki minimal payung dua, mata okulasi bagus dan sudah mulai bertunas, akar tunggang tumbuh dengan baik dan memiliki akar lateral, serta bibit bebas dari penyakit terutama jamur akar putih.
Pemancangan Titik-titik Penanaman
Proses penanaman bibit karet di lapangan dimulai dengan menentukan jarak tanamnya terlebih dahulu. Kebanyakan petani saat ini menanam bibit karet dengan tingkat kerapatan yang berkisar antara 500-600 pohon/hektar. Jadi jarak tanam pohon karet yang diaplikasikan di perkebunan mulai dari 2,75 x 6,0 m sampai 3,3 x 6,0 m. Setelah jarak tanam yang ideal telah disepakati, langkah selanjutnya adalah menandai titik-titik penanaman tersebut.
Kegiatan pemancangan titik tanam bisa dimulai dari pancang kepala dengan arah barisan tanaman timur barat, khususnya jika kontur lahan berupa tanah yang datar. Berbeda kalau mayoritas kondisi lahan bergelombang dan berbukit, arah barisan tanamnya dapat disesuaikan dengan kontur pada titik tersebut. Sebaiknya pancang kepala dibuat lebih tinggi daripada anak pancang untuk mempermudah dalam meluruskan barisan tanaman karet. Dalam menentukan arah tanam dan jarak tanaman dalam barisan, Anda membutuhkan peralatan seperti kompas, tali, kawat, dan meteran.

Pembuatan Lubang Penanaman
Disarankan untuk membuat lubang tanam bibit karet paling tidak seminggu sebelum proses penanamannya dilakukan. Tujuannya untuk memberikan kesempatan kepada pekerja lain untuk memeriksa ketepatan jumlah dan ukuran lubang tanam yang telah dibuat. Buatlah lubang tanam persis di titik-titik pancang yang berukuran 70 x 70 x 60 cm. Saat Anda menggali lubang tanam, jangan lupa untuk meletakkan tanah bagian atas (top soil) di sebelah kanan lubang serta tanah bagian bawah (sub soil) di sebelah kiri lubang tanam.
Lubang tanam yang sudah dibuat kemudian diberi pupuk untuk menyuburkannya. Gunakan pupuk RP dengan dosis sebanyak 250 gram/lubang tanam. Pupuk RP dipilih karena bermanfaat untuk memacu tingkat pertumbuhan akar karet yang baru saja ditanam. Sebelum ditaburkan ke lubang, pupuk tersebut perlu dicampurkan dengan tanah secara merata. Kemudian campuran inilah yang dipakai untuk menimbun kembali lubang tanam.
Penanaman Bibit Karet
Penanaman bibit karet harus dilakukan pada awal musim penghujan sehingga kebutuhan air nantinya dapat terpenuhi dengan baik. Semua bibit karet kemudian diangkut dari lahan pembibitan ke lapangan . Letakkan setiap bibit di samping lubang tanam terlebih dahulu. Jika ukuran polybag cukup tinggi, Anda bisa menyesuaikan ketinggian lubang tanam dengan tinggi polybag tersebut.
Proses penanaman bibit karet dimulai dengan menyayat bagian dasar polybag memakai pisau. Lalu tanamkan bibit tersebut dengan hati-hati supaya tidak merusak bagian sistem perakarannya. Selanjutnya sayat kembali bagian sisi samping polybag untuk melepaskannya dari bibit. Polybag yang sudah dilepaskan seluruhnya dari bibit karet jangan langsung dibuang begitu saja. Polybag bekas tersebut harus diletakkan di atas tiang pancang sebagai tanda bahwa plastik sudah dibuka.
Atur posisi dan arah hadap bibit karet tersebut. Apabila lahan datar, maka arah mata okulasi perlu diseragamkan menghadap ke gawangan pada tanah rata. Sementara jika tanah berlereng, mata okulasi harus diarahkan pada posisi yang bertolak belakang dengan dinding teras. Setelah itu, aturlah pertautan okulasi sedemikian rupa sehingga akan tertimbun sekitar 10 cm di bawah permukaan tanah. Jika semuanya sudah beres, timbun kembali lapisan sub soil ke dalam lubang yang dilanjutkan dengan menimbun tanah top soil. Pemadatan tanah bisa dikerjakan menggunakan tangan mulai dari bagian pinggir ke tengah. Buatlah permukaan tanah di bagian tersebut menjadi cembung/membentuk bukit untuk menghindari genangan air hujan yang dapat mengakibatkan pembusukan akar.
Komentar
Posting Komentar