Langsung ke konten utama

7 Hama Paling Berbahaya Pada Tanaman Karet

Apakah hama-hama yang menyerang tanaman karet? Banyak sekali para petani yang memilih bercocok tanam pohon karet karena tergiur dengan potensi hasilnya. Meskipun pada awalnya dibutuhkan biaya tidak sedikit serta perawatan maksimal setiap hari, tetapi kalau pohon tersebut sudah menghasilkan getah, pemiliknya tinggal merasakan panen terus-menerus. Dengan pengelolaan yang tepat, sudah pasti bertani tanaman karet bisa menjadi mata pencaharian yang sangat menjanjikan.

Tetapi sama seperti tanaman-tanaman perkebunan lainnya, tanaman karet pun tidak luput dengan serangan hama. Ada berbagai macam jenis hama yang suka menggerogoti tanaman karet mulai dari bagian akar, batang, daun, biji, sampai buahnya. Serangan hama ini harus segera ditangani dengan baik supaya dampaknya tidak semakin meluas sehingga pohon karet milik Anda dapat tumbuh optimal dan memiliki tingkat produktivitas yang tinggi.

hama-pada-tanaman-karet.jpg

Setidaknya terdapat tujuh hama yang tercatat kerap melakukan penyerangan pada tanaman karet, antara lain :

  1. Tikus

Tanaman karet pada fase perkecambahan hingga persemaian rawan mendapatkan serangan dari tikus. Tikus suka memakan biji-biji karet yang sedang dikecambahkan serta daun dari bibit tanaman karet yang masih muda. Upaya pencegahan yang paling mudah ialah memasang pagar yang mengelilingi area perkecambahan/persemaian untuk mencegah tikus memasukinya. Kemudian sebar juga beberapa perangkap tikus di sekitar area tersebut.

  1. Belalang

Belalang biasanya menyerang tanaman karet pada fase penyemaian yakni dengan memakan bagian pucuk daun serta daun-daun yang kondisinya masih muda. Hati-hati karena serangga ini sangat rakus dalam menggerogoti tanaman karet. Apabila seluruh bagian daun muda tanaman karet sudah habis, mereka tidak ragu untuk memakan daun tua sampai tangkainya sekalipun. Pengendalian terhadap belalang sebaiknya dilakukan secara kimiawi menggunakan thiodan sebanyak 1,5 ml/L air. Lakukan penyemprotan memakai insektisida ini setiap 1-2 minggu.

  1. Bekicot

Bekicot kerap ditemukan sedang asyik memakan daun-daun karet di kebun pembibitan. Gejalanya yaitu daun karet menjadi patah-patah dan terdapat semacam alur/jalan berwarna perak mengkilap yang merupakan bekas jejak bekicot. Semua bekicot yang ditemukan harus segera dimusnahkan. Anda pun dapat menaruh umpan beracun khusus untuk bekicot. Umpan ini terbuat dari campuran meradex, semen, kapur, dan dedak dengan perbandingan 2:3:5:16.

  1. Uret tanah

Uret tanah sebenarnya merupakan tahap larva dari beberapa jenis kumbang. Bentuk tubuhnya menyerupai huruf C dan berwarna putih sampai kuning pucat. Uret tanah ini hobi sekali memakan bagian bibit tanaman karet yang berada di dalam tanah. Pencegahannya bisa menggunakan Furadan 3G, Diazinon 10G, atau Basudin 10G yang disebarkan di sekitar pohon dengan dosis sebanyak 10 gram/pohon.

  1. Rayap

Hama rayap bisa menimbulkan kerusakan yang sangat berat pada tanaman karet. Serangga ini sanggup menggerogoti seluruh bagian tumbuhan, mulai dari bagian ujung stum sampai ke sistem perakarannya. Anda bisa mengendalikan serangannya dengan menanam batang singkong di dekat bibit karet sehingga rayap akan memakannya. Selanjutnya untuk pemberantasan rayap yang jumlahnya terlalu banyak bisa memanfaatkan insektisida Furadan 3G, Agrolene 26WP, atau Lindamul 250EC.

  1. Kutu

Terdapat cukup banyak kutu yang merusak tanaman karet. Di antaranya meliputi Planococcus citri, Saissetia nigra, Ferrisiana virgata, Laccifer greeni, dan Laccifer lacca. Biasanya kutu-kutu ini menusuk pucuk batang dan daun muda tanaman karet untuk menghisap cairan yang ada di dalamnya. Akibatnya bagian yang terserang pun akan menguning lalu mengering. Hal ini membuat pertumbuhan pohon karet secara keseluruhan menjadi terhambat.

  1. Tungau

Tanaman karet yang masih berada pada fase persemaian juga rentan terkena serangan tungau. Hama ini biasanya menghisap cairan yang tersimpan di dalam daun karet yang masih muda sehingga menyebabkan timbulnya bintik-bintik kuning pada permukaan daun tersebut. Untuk mendapatkan hasil yang efektif, pemberantasan tungau bisa dilakukan dengan metode kimiawi. Misalnya seperti blowing menggunakan serbuk belerang sebanyak 5-10 kg/hektar, model 1% dengan dosis 300-400 liter/hektar, atau Endrin 19.2% dan EC 1% sebanyak 500 liter/hektar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bagaimana Produk Lokal Bisa Dikenal di Taiwan

  Tidak semua produk lokal langsung bisa menembus pasar luar negeri. Diperlukan strategi, kesabaran, dan pemahaman terhadap budaya konsumen. Begitu pula ketika ingin mengenalkan produk Indonesia di Taiwan — sebuah pasar yang unik, kompetitif, tapi juga terbuka terhadap hal-hal baru. Langkah pertama adalah membangun citra positif produk. Konsumen Taiwan sangat memperhatikan kualitas dan kebersihan, jadi kemasan yang rapi, desain profesional, serta informasi produk yang jelas menjadi hal penting. Produk yang terlihat serius akan lebih mudah mendapat kepercayaan dibanding yang terkesan asal-asalan. Selanjutnya, pahami perilaku belanja masyarakat Taiwan. Mereka aktif di platform e-commerce dan media sosial seperti Shopee Taiwan, Facebook, dan Instagram. Pelaku usaha dari Indonesia bisa memanfaatkan ini untuk memperkenalkan produknya melalui promosi online atau kolaborasi dengan diaspora Indonesia di sana. Selain itu, keunikan budaya Indonesia justru bisa menjadi nilai tambah. Produk...

Mesin Espresso yang Menempuh Perjalanan ke Jepang Bukan Sekadar Barang Elektronik

  Sebuah mesin espresso mungkin hanya membutuhkan beberapa menit untuk menghasilkan secangkir kopi. Namun, perjalanan sebuah mesin espresso dari Indonesia menuju Jepang tentu membutuhkan waktu yang jauh lebih panjang. Di antara kedua proses tersebut terdapat perbedaan kondisi yang cukup besar: mesin yang biasanya berdiri diam di atas meja harus melewati proses pemindahan, getaran kendaraan, penyimpanan, hingga akhirnya ditempatkan kembali di tempat yang baru. Di sinilah persoalan sebenarnya muncul. Mesin espresso memiliki sistem pemanas, pompa, boiler, jalur air, katup, dan rangkaian listrik yang bekerja dalam satu kesatuan. Dari luar mungkin terlihat seperti kotak logam biasa, tetapi bagian dalamnya jauh lebih kompleks. Karena itu, kondisi mesin sebelum diberangkatkan menjadi penting, terutama jika unit tersebut sebelumnya sudah digunakan bertahun-tahun. Mesin bekas dari kedai kopi biasanya memiliki cerita tersendiri. Ada sisa kerak mineral di jalur air, residu kopi di area terten...

Peluang Besar Ekspor Kakao Indonesia ke Italia

  Italia terkenal dengan produk cokelat premium yang mendunia, seperti Ferrero Rocher, Venchi, dan Amedei. Cita rasa cokelat Italia yang khas dan berkualitas tinggi tidak terlepas dari bahan baku kakao yang mereka gunakan. Meskipun Italia adalah salah satu produsen cokelat terbaik di dunia, negara ini bukan penghasil utama kakao. Karena itu, peluang ekspor kakao Indonesia ke Italia terbuka sangat lebar. Indonesia termasuk dalam lima besar produsen kakao terbesar di dunia. Sentra produksi utamanya berada di Sulawesi, Sumatera, dan Papua, dengan varietas yang memiliki cita rasa kuat serta kadar lemak yang ideal untuk industri cokelat. Banyak perusahaan Italia yang mencari sumber kakao dengan karakteristik tropis seperti ini untuk menghasilkan cokelat premium dengan aroma dan tekstur yang unik. Permintaan kakao dari Indonesia ke Eropa, khususnya Italia, cenderung meningkat seiring berkembangnya tren cokelat artisan dan produk berbasis kakao organik. Konsumen Italia kini lebih pedul...