Bagaimana teknik penyemaian biji karet dilaksanakan? Proses pembibitan batang bawah tanaman karet dimulai dari menyemaikan atau mengecambahkan biji. Sumber biji karet yang dipakai harus bermutu baik untuk mendapatkan hasil berupa batang bawah yang kualitasnya bagus pula. Biji tersebut bisa Anda dapatkan dari perkebunan monoklonal yang usianya sudah mencapai 10-20 tahun. Klon yang dianjurkan antara lain GT 1, AVROS 2037, PB 260, serta RRIC 100.
Sebelum diambil bijinya, kebun karet tersebut harus mendapatkan perlakuan khusus. Kurang lebih sebulan sebelum waktu jatuhnya buah karet, area bawah tanaman harus dibersihkan. Pastikan area tersebut bebas dari buah-buah karet lama yang sudah jatuh terlebih dahulu. Setelah itu, buah karet yang bijinya sudah ideal untuk disemai dikumpulkan setiap dua hari sekali. Adakalanya buah tersebut mengandung biji yang kopong dan tidak bernas sehingga tak bisa dikecambahkan. Itulah kenapa, biji-biji karet yang sudah terkumpul ini lantas diseleksi.

Proses seleksi biji karet yang sudah terkumpul bisa dikerjakan secara manual/visual atau memakai alat pental khusus. Bila Anda melakukannya secara manual, ada beberapa kriteria yang harus diperhatikan untuk menilai bagus tidaknya suatu biji karet. Biji karet yang baik memiliki permukaan yang mengkilap, teksturnya licin, berbentuk normal, daya lentingnya tinggi, dan terdengar nyaring saat dijatuhkan di lantai. Biji karet yang telah lolos uji seleksi ini, kemudian diseleksi kembali secara visual.
Uji kesegaran biji karet menggunakan metode visual dilaksanakan dengan membelah biji tersebut serta mengamati endosperm dan kotiledonnya. Biji yang bagus apabila dibelah maka endosperm-nya berwarna putih dan masih segar dengan kotiledon yang rapat. Sedangkan untuk biji berkualitas sedang memiliki endosperm yang berwarna putih kekuningan dengan kotiledon yang terbuka tidak lebih dari 1 mm. Untuk biji yang sebaiknya disingkirkan yaitu biji yang warnanya kuning, kuning kehitaman, lembek, atau berminyak.
Salah satu faktor yang mempengaruhi daya tumbuh biji karet yaitu kadar air awalnya. Jadi biji yang sudah jatuh lebih dari tiga hari wajib direndam semalaman terlebih dahulu sebelum disimpan agar kadar airnya meningkat. Untuk penyimpanannya, biji karet terpilih bisa diletakkan di area yang terlindung dari terik cahaya matahari langsung selama seminggu. Biji karet yang akan dikirim ke jarak yang jauh harus diawetkan memakai serbuk gergaji dengan volume setengah dari total biji karet.
Biji karet harus segera dikecambahkan di dalam bedeng persemaian. Proses penyemaiannya menggunakan media yang lembab dan tidak terkena sinar mentari secara langsung. Oleh karena itu, Anda sebelumnya harus menyiapkan bedengan yang mengandung media lembab dan terlindungi oleh naungan. Bedengan ini berbentuk persegi panjang yang berukuran 10 x 1,2 m dengan kapasitas 10.000 biji. Anda bisa memakai campuran pasir dan serbuk gergaji setebal 10 cm sebagai media penyemaiannya.
Setelah itu, bedengan tersebut dipasangi atap rumbia atau pelepah pisang dengan ketinggian 1,5 m di sebelah timur dan 1,2 m di sebelah barat. Atap inilah yang nantinya berfungsi sebagai naungan. Setelah semuanya dipastikan siap, barulah biji karet siap untuk ditanamkan. Penanaman biji karet dilakukan secara berbaris dengan jarak tanam antar barisan sejauh 1 cm. Perawatannya meliputi penyiraman setiap pagi dan sore hari menggunakan air yang ditampung di gembor. Sekira waktu 5-21 hari, kecambah karet pun akan mulai bermunculan. Sedangkan kecambah yang baru muncul setelah 21 hari sebaiknya dibuang karena pertumbuhannya lambat.
Komentar
Posting Komentar