Bagaimana proses pengendalian hama rayap pada tanaman karet dilakukan? Tanaman karet (Hevea brasilliensis) merupakan tumbuhan yang hidup secara menahun. Satu siklus kehidupan tanaman ini, yang dihitung mulai dari penanaman bibit di lapangan sampai peremajaan, umumnya akan berlangsung selama 25 tahun. Oleh karena itu, pemilihan bibit tanaman harus dilakukan secara cermat agar tidak terjadi kekeliruan yang menimbulkan kerugian dalam jangka waktu yang panjang.
Salah satu momok penyebab kegagalan dalam membudidayakan tanaman karet adalah hama. Hama dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman melambat, tidak sanggup memproduksi getah lateks, hingga kematian tanaman tersebut secara tiba-tiba. Rayap termasuk hama yang paling berbahaya bagi tumbuhan karet. Hama ini biasanya menyerang tanaman karet yang berumur lebih dari setahun.
Paling sering rayap muncul pada lahan penanaman baru bekas pembukaan hutan primer/sekunder. Serangan lebih banyak ditemukan pada tanaman muda saat musim hujan yang tidak teratur atau puncak musim kemarau yang panjang. Khusus pada serangan di musim kemarau, penyebab utamanya ialah tingkat kelembaban di dalam koloni rayap sehingga menyerang tanaman karet muda untuk mempertahankan kelembaban. Adapun spesies rayap yang kerap ditemukan di lahan karet yaitu Microtermes inopiratus dan Coptotermes confignathus.

Pengendalian Secara Mekanis
Pada prinsipnya, pengendalian rayap secara mekanis dapat dilakukan dengan mencegah terjadinya kontak antara rayap dengan bagian batang atau akar tanaman karet. Anda bisa melakukan proses sanitasi areal perkebunan karet serta membersihkan tunggul-tunggul tanaman sisa dari pembukaan lahan baru. Sarang rayap yang sudah terlanjur dibangun di areal perkebunan harus dibongkar sampai ke dalam untuk memusnahkan semua koloni rayap yang hidup di dalamnya.
Pengendalian Secara Biologis
Pengendalian rayap dengan metode biologis dikerjakan dengan memanfaatkan mikroorganisme tertentu sebagai agen hayati pembasmi rayap. Keunggulan dari metode ini yaitu biayanya lebih murah dan prosesnya lebih sederhana. Namun kelemahannya yaitu dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk memastikan lahan terbebas dari rayap. Beberapa agen hayati yang bisa digunakan antara lain jamur Beauveria bassiana dan Metarrhizium spp serta nematoda Steinernema sp dan Heterorhabditi indica.
Pengendalian Secara Kimiawi
Namanya juga pengendalian secara kimiawi, metode ini pasti menggunakan bahan-bahan kimia untuk membasmi rayap yang ada di kebun karet. Anda bisa mencoba menyiramkan termisida di sekitar perakaran tumbuhan karet yang terserang dengan jarak kurang lebih 1,5 meter dari batang. Proses pengendalian juga bisa dilakukan dengan menggoreskan kapur serangga di pangkal batang, pemberian insektisida granuler di pangkal batang, serta penaburan abu kayu di sekeliling pangkal batang. Alternatif lainnya yaitu mengaplikasikan insektisida Basudin 60 EC atau Diazinon 60 EC dalam larutan dengan konsentrasi 0,2 – 0,4% lalu disiramkan ke tanaman dengan jari-jari 20 cm.
Komentar
Posting Komentar