Bagaimana proses pengelolaan kebun entres dilakukan? Pembangunan kebun entres bertujuan untuk mendapatkan klon karet yang berkualitas unggul. Ada tiga kategori dari klon unggul tersebut antara lain klon penghasil lateks, klon penghasil kayu, dan klon penghasil lateks-kayu. Pemilihannya nanti harus disesuaikan dengan tujuan utama membudidayakan tanaman karet. Apakah ingin memperoleh lateks, kayu, atau justru keduanya sekaligus.
Tidak semua tempat bisa dijadikan sebagai lahan untuk pembangunan kebun entres. Terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk menentukan layak tidaknya lahan tersebut menjadi kebun entres. Di antaranya yaitu memiliki permukaan yang datar dan tidak tergenangi air. Kalau pun miring, maka tingkat kemiringannya tidak boleh lebih dari 5 persen. Lahan yang miring wajib diberikan sistem drainase yang baik. Usahakan lokasi lahan tersebut berada di dekat jalan utama. Dan yang tak kalah penting ialah lahan mempunyai sifat fisik yang bagus.

Setelah lahan dipersiapkan dengan baik, langkah selanjutnya yaitu menanamkan bibit karet untuk kebun entres. Usahakan pakailah bahan tanaman berupa stum mata tidur atau bibit polybag yang memiliki payung satu/dua. Jika Anda menggunakan stum mata tidur, maka penanamannya harus dilakukan pada musim penghujan. Hal penting agar bibit tersebut dapat tumbuh semestinya.
Proses pemancangan dibuat dalam jarak tanam 1 x 1 m membentuk pola persegi empat. Lalu buatlah lubang tanam yang berukuran 60 x 60 x 40 cm sesuai jarak yang telah ditentukan. Artinya dalam 1 hektar kebun entres ini mempunyai tegakan sekitar 8.000-9.000 pohon. Sehingga jumlah mata tunas yang dapat dihasilkan dari kebun tersebut mencapai 600.000 mata. Pastikan setiap klon pohon karet ditanam dalam satu petak yang selanjutnya diberikan keterangan berupa penomoran. Kira-kira dalam satu petak ini bisa dibuat menjadi 5 baris yang berisi 40 pohon.
Pengelolaan Kebun Entres
Agar bibit yang dipelihara dapat tumbuh dengan baik, maka harus dipastikan kondisi lahan senantiasa bebas dari gulma. Penyiangan rumput yang efektif bisa dilakukan secara manual setiap 3 minggu sekali. Sedangkan kalau melalui metode kimia menggunakan herbisida, penaburannya cukup setiap 3 bulan sekali. Anda bisa memakai herbisida round up dengan dosis sebanyak 0,2% atau 2 cc/liter air. Proses penyemprotan herbisida bisa dimulai setelah bibit mempunyai 5-6 payung.
Pemupukan perlu dilaksanakan untuk menjaga tingkat kesuburan media tanam sehingga kebutuhan nutrisi yang diperlukan oleh bibit tetap terpenuhi dengan baik. Dosis pemberian pupuk pada kebun entres secara umum dapat dikelompokkan menjadi dua tahap. Pada tahun pertama, lahan diberikan pupuk berupa urea 50 gram, SP36 50 gram, KCl 10 gram, dan kieserit 5 gram. Kemudian pupuk yang diberikan pada tahun kedua meliputi urea 75 gram, SP36 75 gram, KCl 25 gram, dan kieserit sebanyak 10 gram. Taburkanlah pupuk ini dengan frekuensi dua kali setahun dengan dosis setengah per tahun. Pupuk ditaburkan secara melingkar mengelilingi batang dengan radius 1 m dari pohon.
Pemangkasan pertama bisa dilaksanakan ketika tanaman berumur 10 bulan dengan ketinggian 40-60 cm. Dalam waktu 3-4 minggu setelah pemangkasan tersebut akan tumbuh tunas yang baru. Tidak semua tunas memiliki sifat yang baik. Oleh karena itu, Anda hanya perlu meninggalkan 2-3 cabang yang kualitasnya paling baik. Sementara untuk pemangkasan tahun berikutnya dilakukan kurang lebih sejauh 15 cm dari pangkal tunas karangan mata.
Pemanenan kayu okulasi hijau dilakukan setelah umurnya mencapai 4-5 bulan. Berbeda dengan kayu okulasi cokelat yang dapat dipanen pada rentang usia 10-12 bulan. Kebun entres tanaman karet ini umumnya dapat bertahan hingga usianya 10 tahun. Barulah kemudian dilakukan peremajaan kebun untuk memulihkan kembali tingkat produktivitasnya. Sebab berdasarkan pengamatan secara langsung di lapangan ditemukan fakta bahwa kebun entres yang berumur lebih dari 10 tahun akan memperlihatkan kemunduran terutama dalam kecepatan pertumbuhannya.
Komentar
Posting Komentar