Langsung ke konten utama

Cara Perawatan Tanaman Karet Belum Menghasilkan

Bagaimana cara perawatan tanaman karet belum menghasilkan? Bibit-bibit karet yang telah selesai Anda tanam harus dirawat dengan baik. Tujuannya agar bibit karet tersebut tumbuh sempurna, normal , dan memiliki ketahanan yang tinggi terhadap penyakit. Sedangkan bibit karet yang jarang dirawat atau keliru dalam perawatannya biasanya akan tumbuh kurang maksimal dan tidak sesuai perencanaan.

Paling tidak, ada enam hal yang harus diperhatikan dalam merawat tanaman karet yang belum menghasilkan. Di antaranya yaitu :

  1. Penyiangan

Gulma-gulma yang tumbuh di sekitar bibit tanaman karet perlu disiangi setiap periode waktu tertentu. Tujuannya untuk efisiensi pemupukan dan mencegah timbulnya penyakit yang ditularkan gulma. Area di sekeliling tanaman sejauh 1 m harus dipastikan bersih dari gulma. Frekuensi penyiangan ini tergantung jumlah gulma yang tumbuh, biasanya antara 1-3 bulan sekali. Selain menyiangi gulma secara manual menggunakan arit, Anda juga bisa memanfaatkan herbisida.

Penyiangan gulma di lahan penanaman karet yang masih berusia kurang dari setahun sebaiknya dilakukan secara manual. Babatlah semua rumput yang tumbuh di sekitar tanaman dalam radius sejauh 1 m. Sedangkan lahan yang usianya sudah lebih dari setahun bisa menggunakan metode manual atau bahan kimia untuk menyiangi gulma yang tumbuh dengan jarak 1,5-2 m. Penyesuaian rotasi penyiangan perlu dilakukan tergantung dari tingkat pertumbuhan gulma. Jika kecepatan tumbuh gulma tinggi, rotasi dikerjakan 2 minggu sekali. Namun di lahan dengan lokasi pertumbuhan gulma biasa dapat dilaksanakan sebanyak 3 minggu sekali.

tananan-karet-belum-menghasilkan.jpg

  1. Penunasan

Tanaman yang telah berusia 1-3 bulan terus dipantau kondisinya, terutama pada bagian daun tunasnya. Kemudian dilakukan penunasan/pewiwilan untuk mendorong terbentuknya pohon karet yang subur dengan batang yang tegak lurus dan kulit batang mulus. Tunas daun, baik tunas samping atau tunas atas yang memiliki pertumbuhan kurang baik perlu disingkirkan dengan cara dipotong.

Beberapa pekerjaan dalam penunasan antara lain :

  • Tunas liar yang tumbuh di luar mata okulasi dipotong menggunakan pisau sampai ke pangkal atas untuk menghilangkannya.
  • Mata okulasi yang sudah tumbuh wajib dijaga sedemikian rupa supaya tumbuh secara lurus dan tegak ke atas.
  • Semua tunas samping perlu dilakukan pewiwilan hingga ketinggiannya 2,5 m dari permukaan tanah.
  • Proses penunasan dikerjakan setiap 2 minggu sekali terutama di tahun pertama setelah penanaman bibit karet di lapangan.
  1. Penyulaman

Penyulaman/penyisipan merupakan upaya untuk menggantikan tanaman karet yang mati akibat hama dan penyakit dengan tanaman yang baru. Faktor yang perlu diperhatikan di sini adalah rentang usia tanaman pengganti tidak boleh berbeda jauh dari tanaman yang telah mati. Proses inventarisasi atau pendataan tanaman yang tidak tumbuh secara sempurna harus dilakukan terlebih dahulu sebelum penyulaman ini dimulai.

  1. Perangsangan Percabangan

Acapkali ditemukan tanaman karet muda yang tumbuh meninggi dan tidak membentuk cabang. Kondisi tanaman yang demikian tidak bagus karena pertumbuhan batangnya lambat sekali sehingga terlambat mencapai usia matang sadap. Ada pula tanaman karet yang mempunyai tunas cabang yang menyebelah dengan tajuk yang tidak simetris sehingga mudah dibengkokkan angin. Adapun ketinggian cabang yang direkomendasikan berkisar antara 2,5-3 m di atas pertautan okulasi. Jadi untuk klon karet yang memiliki tingkat pertumbuhan cabang yang lambat perlu dilakukan perangsangan untuk mempercepat pembentukan cabang sehingga tajuk tanaman pun lebih cepat terbentuk.

Cara yang dapat ditempuh untuk merangsang pembentukan cabang pada tanaman karet antara lain :

  • Pembuangan ujung tunas yang terletak pada ketinggian sekitar 2-3 m dari pertautan okulasi. Tunas muda yang baru saja tumbuh di atas daun payung teratas bisa dibuang dengan cara digunting atau dipotes memakai tangan.
  • Ujung daun muda yang baru tumbuh, warnanya masih kemerah-merahan, dan kondisinya lemas ditutup/dikerudungi menggunakan kertas atau kain yang dicelupkan ke dalam cairan parafin. Kemudian setelah tujuh hari, daun yang semula berwarna merah tadi akan menjadi keriput dan tidak berkembang lagi.
  • Pengguguran daun dilakukan pada seluruh daun tua yang terletak di payung teratas pada tanaman yang berusia sekitar 1,5-2 tahun. Kurang lebih setelah 3 minggu berlalu, maka tunas calon cabang akan tumbuh kembali.
  • Pemenggalan batang dilaksanakan pada waktu awal musim penghujan. Bagian dari batang tanaman yang perlu dipenggal terletak di ketinggian 2,5-3 m di atas kumpulan mata. Sebaiknya pengerjaan proses ini saat usia tanaman berkisar 1-24 bulan dengan tinggi minimal 5 m.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bagaimana Produk Lokal Bisa Dikenal di Taiwan

  Tidak semua produk lokal langsung bisa menembus pasar luar negeri. Diperlukan strategi, kesabaran, dan pemahaman terhadap budaya konsumen. Begitu pula ketika ingin mengenalkan produk Indonesia di Taiwan — sebuah pasar yang unik, kompetitif, tapi juga terbuka terhadap hal-hal baru. Langkah pertama adalah membangun citra positif produk. Konsumen Taiwan sangat memperhatikan kualitas dan kebersihan, jadi kemasan yang rapi, desain profesional, serta informasi produk yang jelas menjadi hal penting. Produk yang terlihat serius akan lebih mudah mendapat kepercayaan dibanding yang terkesan asal-asalan. Selanjutnya, pahami perilaku belanja masyarakat Taiwan. Mereka aktif di platform e-commerce dan media sosial seperti Shopee Taiwan, Facebook, dan Instagram. Pelaku usaha dari Indonesia bisa memanfaatkan ini untuk memperkenalkan produknya melalui promosi online atau kolaborasi dengan diaspora Indonesia di sana. Selain itu, keunikan budaya Indonesia justru bisa menjadi nilai tambah. Produk...

Strategi Bisnis Ekspor: Menembus Pasar Jepang dengan Produk Lokal

  Pasar Jepang selalu menjadi incaran bagi banyak pelaku usaha di Indonesia. Negara dengan perekonomian maju ini memiliki permintaan yang stabil, daya beli tinggi, serta hubungan dagang yang erat dengan Indonesia. Bagi pengusaha yang ingin memperluas pasar, Jepang adalah tujuan strategis yang tidak bisa diabaikan. Potensi Produk Lokal Indonesia di Pasar Jepang Produk lokal Indonesia memiliki daya tarik tersendiri di mata konsumen Jepang. Beberapa kategori produk yang berpotensi antara lain: Hasil Pertanian dan Perkebunan – Kopi, teh, kakao, rempah, dan buah tropis. Produk Perikanan – Udang, tuna, dan rumput laut. Kerajinan Tangan dan Furnitur – Produk berbahan kayu, rotan, maupun bambu. Produk Fashion dan Tekstil – Batik, tenun, dan pakaian jadi. Keunikan produk lokal ini menjadi nilai tambah yang dapat menarik konsumen Jepang, terutama jika dikemas dengan cara yang modern dan memenuhi standar kualitas internasional. Strategi Bisnis untuk Menembus Pasar Jepang...

Peluang Besar Ekspor Kakao Indonesia ke Italia

  Italia terkenal dengan produk cokelat premium yang mendunia, seperti Ferrero Rocher, Venchi, dan Amedei. Cita rasa cokelat Italia yang khas dan berkualitas tinggi tidak terlepas dari bahan baku kakao yang mereka gunakan. Meskipun Italia adalah salah satu produsen cokelat terbaik di dunia, negara ini bukan penghasil utama kakao. Karena itu, peluang ekspor kakao Indonesia ke Italia terbuka sangat lebar. Indonesia termasuk dalam lima besar produsen kakao terbesar di dunia. Sentra produksi utamanya berada di Sulawesi, Sumatera, dan Papua, dengan varietas yang memiliki cita rasa kuat serta kadar lemak yang ideal untuk industri cokelat. Banyak perusahaan Italia yang mencari sumber kakao dengan karakteristik tropis seperti ini untuk menghasilkan cokelat premium dengan aroma dan tekstur yang unik. Permintaan kakao dari Indonesia ke Eropa, khususnya Italia, cenderung meningkat seiring berkembangnya tren cokelat artisan dan produk berbasis kakao organik. Konsumen Italia kini lebih pedul...