Pohon karet (Hevea brasiliensis) adalah tanaman perkebunan yang getahnya mempunyai nilai ekonomis tinggi. Tanaman ini termasuk dalam genus Hevea di famili Euphorbiaceae. Tanaman karet paling baik dibudidayakan di daerah yang memiliki ketinggian di atas permukaan laut dengan suhu rata-rata derajat celsius. Anda bisa menanamnya di lahan yang bersifat, mengandung banyak bahan organik, tingkat keasaman, dan kondisinya.
Indonesia dikenal sebagai negara penghasil getah karet dengan kualitas terbaik di dunia. Wilayah perkebunan karet tersebar di Pulau Sumatera, Pulau Kalimantan, hingga Pulau Sulawesi. Tercatat bahwa karet merupakan salah satu tanaman yang paling banyak dibudidayakan oleh petani lokal selain kelapa sawit dan kopi. Ada beberapa alasan yang masuk akal kenapa masyarakat lebih tertarik membudidayakan pohon karet. Di antaranya yaitu.

- Jauh Lebih Menguntungkan
Setiap petani membudidayakan suatu tanaman tentu saja untuk mendapatkan keuntungannya. Tahukah Anda jika dibandingkan dengan kelapa sawit, satu hektar pohon karet akan jauh lebih menguntungkan. Syaratnya ialah pengelolaannya harus dilakukan secara tepat minimal sama seperti memelihara kelapa sawit. Pemilihan bibitnya juga harus unggul serta diberikan pupuk yang bagus. Pasti tanaman karet akan menjadi lebih produktif dan tinggi pendapatannya.
- Biaya Operasional Lebih Kecil
Masih dibandingkan dengan tanaman kelapa sawit, perkebunan karet membutuhkan biaya produksi dan operasional yang lebih sedikit. Untuk perkebunan kelapa sawit, setidaknya kita harus mengeluarkan biaya operasional ini sebesar 40-50 persen. Berbeda dengan biaya operasional perkebunan karet yang hanya mencapai 30-40 persen. Kecilnya biaya operasional ini membuat para petani bisa lebih menghemat pengeluarannya.
- Ramah Terhadap Lingkungan
Tidak sedikit para pemerhati lingkungan yang mengecam pembukaan lahan kelapa sawit sebab dianggap dapat merusak kondisi lingkungan hayati. Pohon kelapa sawit yang notabene memiliki sistem perakaran yang tidak terlalu dalam serta jumlah daun yang sedikit diklaim bisa menghancurkan tatanan ekosistem. Hal yang berbeda justru dipandang pada pohon karet yang dapat memberikan keuntungan bagi lingkungan dan membantu menambah kawasan hutan.
- Pengendalian OPT Cukup Mudah
OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) sering disebut pula sebagai hama. Tidak seperti tumbuhan holtikultura, jumlah OPT yang menyerang tanaman karet sangat sedikit. Paling banyak serangan hanya terjadi pada masa pembibitan awal. Pohon karet yang sudah dewasa memiliki ketahanan yang sangat kuat terhadap serangan OPT. Metode pengendaliannya pun tidak terlalu sulit karena Anda bisa membasminya secara manual, melestarikan predator OPT, serta memanfaatkan bahan-bahan kimia.
Komentar
Posting Komentar