Berapa jarak tanam pohon karet yang ideal? Selain pemeliharaan tanaman, penanaman bibit karet dengan jarak tanam tertentu juga mempengaruhi tingkat produktivitas pohon karet tersebut. Para petani biasanya menanam bibit karet pada jarak tanam yaitu 5 x 3 meter. Jarak tersebut bisa diterapkan pada semua jenis bibit, baik itu bibit yang berasal dari biji, okulasi, stek, maupun cangkok.
Kesalahkaprahan anggapan yang muncul di para petani di Indonesia adalah jarak tanam tidak mempengaruhi getah yang dihasilkan oleh pohon karet. Sebagian besar dari mereka hanya berpendapat bahwa semakin banyak pohon yang ditanam maka semakin banyak pula getah yang mampu dihasilkannya setiap hari. Akhirnya jarak tanam pun dibuat sesempit-sempitnya demi memaksimalkan jumlah tanaman karet yang bisa tumbuh di lahan tersebut.
Sebagai contoh, sebutlah petani A mempunyai lahan seluas 0,5 hektar. Jika dia menerapkan jarak tanam yang berukuran 5 x 3 meter, maka jumlah bibit karet yang bisa ditanam di lahan tersebut berkisar antara 200-250 tanaman. Dengan memperpendek jarak tanam tadi menjadi 3 x 3 meter, maka jumlah tanaman karet yang bisa ditanam di lahan ini semakin banyak. Bahkan tidak sedikit pula petani yang menanam bibit karet pada jarak 2 x 3 meter dengan memaksimalkan penggunaan lahan.
Sekali lagi kami ingatkan bahwa anggapan di atas benar-benar keliru. Jarak tanam berpengaruh besar terhadap tingkat pertumbuhan tanaman, khususnya tentang bagaimana pohon karet memperoleh sinar matahari serta ketersediaan bahan organik di sekitarnya. Jika Anda menanam karet terlalu berdempetan akibatnya tanaman tersebut akan kesulitan dalam mendapatkan sinar matahari dan memperoleh sumber makanannya.
Jadi jarak tanam yang ideal untuk perkebunan karet milik penduduk adalah 5 x 3 meter. Berbeda lagi dengan jarak tanam yang sering diterapkan oleh perusahaan. Mereka biasanya menanam bibit karet pada jarak yang lebih lebar dengan menyesuaikan terhadap kondisi lingkungan. Karena tidak terlalu dikejar waktu, perusahaan lebih mengedepankan hasil dari getah yang mampu diproduksi oleh setiap tanaman karet.
Pada lahan yang memiliki permukaan relatif datar, landai, dan kemiringan sekitar 0-8 derajat, jarak tanam yang diterapkan yaitu 7 x 3 meter. Lubang tanam dibuat membentuk barisan lurus mengikuti arah timur-barat untuk jarak 7 m dan arah utara-selatan untuk jarak 3 m. Sehingga dalam setiap lahan bisa dibuat lubang tanam sebanyak 476 buah.
Sementara itu, jarak tanam yang diaplikasikan pada lahan yang bergelombang atau berbukit dengan kemiringan antara 8-15 persen adalah 8 x 2,5 meter. Adapun teras-teras diatur agar tetap bersambung pada jarak 1,25 m. Artinya setiap lahan bisa dibuat lubang tanam sebanyak kira-kira 500 buah.
Komentar
Posting Komentar