Apakah syarat tumbuh tanaman karet? Karet (Hevea brasiliensis) adalah tanaman yang menjadi anggota famili Euphorbiaceae dalam genus Hevea. Tanaman ini sering dibudidayakan untuk dimanfaatkan bagian getahnya. Pohonnya berbentuk lurus serta tumbuh tinggi dan berbatang besar.
Agar dapat tumbuh dengan baik serta menghasilkan getah sebanyak-banyaknya, budidaya karet perlu memperhatikan syarat tumbuh dari tanaman ini. Tujuannya adalah untuk mencari kondisi yang lahan paling ideal bagi tanaman karet. Penanaman dan pemilihan lahan yang dilakukan secara asal-asalan akan mengakibatkan tanaman tidak bisa tumbuh secara maksimal. Hal ini menyebabkan produksi getah yang dihasilkannya pun akan sedikit dan jarang.
IKLIM
Pohon karet akan tumbuh secara sempurna ketika ditanam di lahan yang terletak pada ketinggian 0-600 m di atas permukaan laut dengan ketinggian yang paling baik di bawah 200 m. Sebab setiap kenaikan tempat setinggi 100 m akan berakibat pada kematangan sadap yang akan terlambat selama 6 bulan. Ketinggian tempat juga mempengaruhi suhu udara di tempat tersebut. Suhu rata-rata di dataran rendah adalah 28 derajat celsius dan akan mengalami penurunan sekitar 0,5 derajat celsius setiap kenaikan tempat setinggi 100 m.
Tanaman karet membutuhkan air dalam jumlah yang cukup banyak untuk mendukung pertumbuhannya. Selain dipengaruhi oleh jenis tanah, kandungan air di dalam tanah pun bergantung pada curah hujan di lokasi lahan. Karet memerlukan curah hujan minimum 1500 mm/tahun dan maksimum 2500-4000 mm/tahun. Namun di sisi lain, apabila hujan terlalu sering turun khususnya pada pagi hari akan mengganggu proses penyadapan. Idealnya dalam setahun hujan hanya terjadi selama 100-150 hari.
Angin juga berpengaruh besar terhadap pertumbuhan bibit karet. Kecepatan angin maksimum yakni kurang dari atau sama dengan 30 km/jam. Kondisi angin yang terlalu besar dapat mengakibatkan tajuk tanaman mengalami kerusakan. Angin yang terlalu kencang pun akan menurunkan tingkat kelembaban udara sehingga menyebabkan penguapan pada tanaman melambung tinggi. Dampak yang paling nyata ialah turgor tanaman menjadi lemah. Begitu pula dengan tingkat produktivitas tanaman dalam menghasilkan getah sedikit banyak dipengaruhi oleh angin.
TANAH
Pada dasarnya, tanaman karet mempunyai kemampuan beradaptasi yang bagus. Maka tak heran, tanaman ini bisa tumbuh baik di berbagai kondisi tanah. Idealnya karet dibudidayakan pada tanah yang berjenis vulkanis, alluvial, dan gambut. Adanya parit sebagai saluran drainase akan memperbaiki kondisi dari tanah tersebut. Bahkan karet pun bisa ditanam di lahan yang pada momen-momen tertentu akan tergenang air.
Agar tumbuh optimal, karet sebaiknya dipelihara di tanah yang gembur dengan kedalaman yang cukup. Paling tidak kedalaman tanah ini mencapai 1-2 meter tanpa adanya lapisan cadas. Anda bisa melakukan pemupukan secara berkala untuk meningkatkan kesuburan tanah. Sedangkan pH tanah yang baik berkisar antara 3,5-7,0 tergantung jenis tanah dan klon tanaman.
Tanaman karet juga akan tumbuh bagus apabila ditanam di tanah yang bersifat solum cukup dalam hingga 100 cm tidak mengandung bebatuan, aerasi dan drainasenya lancar, serta remah, porous, dan sanggup menahan air. Tekstur tanah terdiri atas 35% tanah liat dan 30% pasir. Tanah pun tidak bergambut, kalaupun ada ketebalannya tidak boleh melebihi 20 cm. Tanah pun mengandung unsur N, P, dan K serta unsur mikro yang cukup. Selain itu, kemiringan tanah wajib kurang dari 16% dan permukaan air tanahnya maksimal 100 cm.
Komentar
Posting Komentar