Berapa dosis pemupukan pada tanaman karet? Pentingnya karet sebagai penunjang sektor perindustrian dan pembangunan nasional membuatnya memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Tak ayal, upaya untuk meningkatkan kemampuan produksi pada tanaman karet pun terus digalakkan.
Pada dasarnya, pohon karet akan menghasilkan getah dalam jumlah yang lebih banyak apabila kondisinya sehat. Untuk mendukung kesehatan tanaman, para petani biasanya memanfaatkan pupuk. Pemupukan harus ditujukan kepada tanaman belum menghasilkan (TBM) dan tanaman menghasilkan (TM). Program pemupukan ini wajib dilaksanakan secara berkelanjutan dengan dosis yang seimbang setiap dua kali per tahun.
Pemupukan kepada tanaman karet yang belum menghasilkan bertujuan untuk mempercepat proses pertumbuhan tanaman tersebut hingga siap untuk disadap. Sementara itu, pemupukan kepada tanaman karet yang sudah menghasilkan berfungsi untuk memaksimalkan hasil produksi getah. Oleh karena itu, pemupukan pada tahap ini harus didasarkan pada analisis daun dan tanah yang dilakukan setiap 1-2 tahun sekali.
Dengan memberikan pupuk secara tepat, tingkat pertumbuhan dan produktivitas tanaman karet akan senantiasa terjaga dengan baik. Pemupukan pada semester I biasanya dilaksanakan pada bulan Januari sampai Februari. Sedangkan pemupukan pada semester II bisa dikerjakan antara bulan Juli hingga Agustus. Tumbuhan karet yang dipupuk secara tepat akan tumbuh subur, cepat besar, dan cepat berproduksi.
Jenis pupuk yang umum digunakan untuk pohon karet antara lain pupuk urea, pupuk KCl, dan pupuk SP-36. Proses pemupukan kepada tanaman belum menghasilkan tentu saja berbeda dengan pemupukan kepada tanaman menghasilkan. Penjelasan mengenai prosedur selengkapnya akan kami uraikan sebagai berikut :
- Pemupukan Karet Pada Tanaman Belum Menghasilkan
Tujuan untuk pemupukan pada tanaman belum menghasilkan ialah mempercepat proses pertumbuhan tanaman sampai menuju kondisi yang telah matang sadap. Unsur-unsur yang dibutuhkan oleh tanaman karet pada masa ini meliputi N, P, K, dan Mg dengan dosis yang sesuai. Pupuk tersebut diberikan setiap dua kali dalam setahun yakni pada awal dan akhir musim penghujan. Bila perlu, tanaman juga diberikan pupuk khusus untuk daun.
Dosis pemupukan pada tanaman karet yang belum menghasilkan bisa dilihat pada tabel sebagai berikut!| Umur Tanaman (tahun) | Urea (g/pohon/th) | SP 36 (g/pohon/th) | KCl (g/pohon/th) | Frekuensi Pemupukan | Pupuk Dasar |
| 1 | 250 | 150 | 100 | 2 kali/tahun | - |
| 2 | 250 | 250 | 200 | 2 kali/tahun | 125 |
| 3 | 250 | 250 | 200 | 2 kali/tahun | - |
| 4 | 300 | 250 | 250 | 2 kali/tahun | - |
| 5 | 300 | 250 | 250 | 2 kali/tahun | - |
Proses pemupukan karet pada tanaman yang sudah menghasilkan wajib diakukan berdasarkan analisis tanah dan daun. Adapun proses analisis tersebut dilaksanakan setiap 1-2 tahun. Itu sebabnya, dosis pemupukan pada masa TM ini sangat bervariasi untuk masing-masing daerah. Kami tidak bisa memberikan rekomendasi apapun karena dosis pupuk harus diberikan sesuai kondisi tanah dan daun tanaman.
Pupuk-pupuk yang akan diberikan kepada pohon karet TM dapat ditebarkan di sekitar area perakaran tanaman, lalu dicampurkan dengan tanah untuk mempercepat proses penyerapannya. Dalam setiap tahun, pohon karet TM perlu diberikan pupuk susulan sebanyak dua kali yaitu pada awal dan akhir musim penghujan.
Salah satu dosis pupuk yang umum dipakai untuk pohon karet menghasilkan adalah sebagai berikut :| Umur Tanaman (tahun) | Urea (g/pohon/th) | SP 36 (g/pohon/th) | KCl (g/pohon/th) | Frekuensi Pemupukan |
| 6-15 | 350 | 260 | 300 | 2 kali/tahun |
| 16-25 | 300 | 190 | 250 | 2 kali/tahun |
| > 25 hingga 2 tahun sebelum peremajaan | 200 | - | 150 | 2 kali/tahun |
Komentar
Posting Komentar