Langsung ke konten utama

Dosis Pemupukan Pada Tanaman Karet

Berapa dosis pemupukan pada tanaman karet? Pentingnya karet sebagai penunjang sektor perindustrian dan pembangunan nasional membuatnya memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Tak ayal, upaya untuk meningkatkan kemampuan produksi pada tanaman karet pun terus digalakkan.

Pada dasarnya, pohon karet akan menghasilkan getah dalam jumlah yang lebih banyak apabila kondisinya sehat. Untuk mendukung kesehatan tanaman, para petani biasanya memanfaatkan pupuk. Pemupukan harus ditujukan kepada tanaman belum menghasilkan (TBM) dan tanaman menghasilkan (TM). Program pemupukan ini wajib dilaksanakan secara berkelanjutan dengan dosis yang seimbang setiap dua kali per tahun.

dosis-pemupukan-tanaman-karet.jpg

Pemupukan kepada tanaman karet yang belum menghasilkan bertujuan untuk mempercepat proses pertumbuhan tanaman tersebut hingga siap untuk disadap. Sementara itu, pemupukan kepada tanaman karet yang sudah menghasilkan berfungsi untuk memaksimalkan hasil produksi getah. Oleh karena itu, pemupukan pada tahap ini harus didasarkan pada analisis daun dan tanah yang dilakukan setiap 1-2 tahun sekali.

Dengan memberikan pupuk secara tepat, tingkat pertumbuhan dan produktivitas tanaman karet akan senantiasa terjaga dengan baik. Pemupukan pada semester I biasanya dilaksanakan pada bulan Januari sampai Februari. Sedangkan pemupukan pada semester II bisa dikerjakan antara bulan Juli hingga Agustus. Tumbuhan karet yang dipupuk secara tepat akan tumbuh subur, cepat besar, dan cepat berproduksi.

Jenis pupuk yang umum digunakan untuk pohon karet antara lain pupuk urea, pupuk KCl, dan pupuk SP-36. Proses pemupukan kepada tanaman belum menghasilkan tentu saja berbeda dengan pemupukan kepada tanaman menghasilkan. Penjelasan mengenai prosedur selengkapnya akan kami uraikan sebagai berikut :

  1. Pemupukan Karet Pada Tanaman Belum Menghasilkan

Tujuan untuk pemupukan pada tanaman belum menghasilkan ialah mempercepat proses pertumbuhan tanaman sampai menuju kondisi yang telah matang sadap. Unsur-unsur yang dibutuhkan oleh tanaman karet pada masa ini meliputi N, P, K, dan Mg dengan dosis yang sesuai. Pupuk tersebut diberikan setiap dua kali dalam setahun yakni pada awal dan akhir musim penghujan. Bila perlu, tanaman juga diberikan pupuk khusus untuk daun.

Dosis pemupukan pada tanaman karet yang belum menghasilkan bisa dilihat pada tabel sebagai berikut!
Umur Tanaman (tahun) Urea (g/pohon/th) SP 36 (g/pohon/th) KCl (g/pohon/th) Frekuensi Pemupukan Pupuk Dasar
1 250 150 100 2 kali/tahun -
2 250 250 200 2 kali/tahun 125
3 250 250 200 2 kali/tahun -
4 300 250 250 2 kali/tahun -
5 300 250 250 2 kali/tahun -
  Pemupukan Karet Pada Tanaman Menghasilkan

Proses pemupukan karet pada tanaman yang sudah menghasilkan wajib diakukan berdasarkan analisis tanah dan daun. Adapun proses analisis tersebut dilaksanakan setiap 1-2 tahun. Itu sebabnya, dosis pemupukan pada masa TM ini sangat bervariasi untuk masing-masing daerah. Kami tidak bisa memberikan rekomendasi apapun karena dosis pupuk harus diberikan sesuai kondisi tanah dan daun tanaman.

Pupuk-pupuk yang akan diberikan kepada pohon karet TM dapat ditebarkan di sekitar area perakaran tanaman, lalu dicampurkan dengan tanah untuk mempercepat proses penyerapannya. Dalam setiap tahun, pohon karet TM perlu diberikan pupuk susulan sebanyak dua kali yaitu pada awal dan akhir musim penghujan.

Salah satu dosis pupuk yang umum dipakai untuk pohon karet menghasilkan adalah sebagai berikut :
Umur Tanaman (tahun) Urea (g/pohon/th) SP 36 (g/pohon/th) KCl (g/pohon/th) Frekuensi Pemupukan
6-15 350 260 300 2 kali/tahun
16-25 300 190 250 2 kali/tahun
> 25 hingga 2 tahun sebelum peremajaan 200 - 150 2 kali/tahun
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bagaimana Produk Lokal Bisa Dikenal di Taiwan

  Tidak semua produk lokal langsung bisa menembus pasar luar negeri. Diperlukan strategi, kesabaran, dan pemahaman terhadap budaya konsumen. Begitu pula ketika ingin mengenalkan produk Indonesia di Taiwan — sebuah pasar yang unik, kompetitif, tapi juga terbuka terhadap hal-hal baru. Langkah pertama adalah membangun citra positif produk. Konsumen Taiwan sangat memperhatikan kualitas dan kebersihan, jadi kemasan yang rapi, desain profesional, serta informasi produk yang jelas menjadi hal penting. Produk yang terlihat serius akan lebih mudah mendapat kepercayaan dibanding yang terkesan asal-asalan. Selanjutnya, pahami perilaku belanja masyarakat Taiwan. Mereka aktif di platform e-commerce dan media sosial seperti Shopee Taiwan, Facebook, dan Instagram. Pelaku usaha dari Indonesia bisa memanfaatkan ini untuk memperkenalkan produknya melalui promosi online atau kolaborasi dengan diaspora Indonesia di sana. Selain itu, keunikan budaya Indonesia justru bisa menjadi nilai tambah. Produk...

Mesin Espresso yang Menempuh Perjalanan ke Jepang Bukan Sekadar Barang Elektronik

  Sebuah mesin espresso mungkin hanya membutuhkan beberapa menit untuk menghasilkan secangkir kopi. Namun, perjalanan sebuah mesin espresso dari Indonesia menuju Jepang tentu membutuhkan waktu yang jauh lebih panjang. Di antara kedua proses tersebut terdapat perbedaan kondisi yang cukup besar: mesin yang biasanya berdiri diam di atas meja harus melewati proses pemindahan, getaran kendaraan, penyimpanan, hingga akhirnya ditempatkan kembali di tempat yang baru. Di sinilah persoalan sebenarnya muncul. Mesin espresso memiliki sistem pemanas, pompa, boiler, jalur air, katup, dan rangkaian listrik yang bekerja dalam satu kesatuan. Dari luar mungkin terlihat seperti kotak logam biasa, tetapi bagian dalamnya jauh lebih kompleks. Karena itu, kondisi mesin sebelum diberangkatkan menjadi penting, terutama jika unit tersebut sebelumnya sudah digunakan bertahun-tahun. Mesin bekas dari kedai kopi biasanya memiliki cerita tersendiri. Ada sisa kerak mineral di jalur air, residu kopi di area terten...

Peluang Besar Ekspor Kakao Indonesia ke Italia

  Italia terkenal dengan produk cokelat premium yang mendunia, seperti Ferrero Rocher, Venchi, dan Amedei. Cita rasa cokelat Italia yang khas dan berkualitas tinggi tidak terlepas dari bahan baku kakao yang mereka gunakan. Meskipun Italia adalah salah satu produsen cokelat terbaik di dunia, negara ini bukan penghasil utama kakao. Karena itu, peluang ekspor kakao Indonesia ke Italia terbuka sangat lebar. Indonesia termasuk dalam lima besar produsen kakao terbesar di dunia. Sentra produksi utamanya berada di Sulawesi, Sumatera, dan Papua, dengan varietas yang memiliki cita rasa kuat serta kadar lemak yang ideal untuk industri cokelat. Banyak perusahaan Italia yang mencari sumber kakao dengan karakteristik tropis seperti ini untuk menghasilkan cokelat premium dengan aroma dan tekstur yang unik. Permintaan kakao dari Indonesia ke Eropa, khususnya Italia, cenderung meningkat seiring berkembangnya tren cokelat artisan dan produk berbasis kakao organik. Konsumen Italia kini lebih pedul...