Apakah ciri khusus pada tumbuhan karet? Karet (Hevea brasiliensis) adalah tanaman penghasil lateks yang menjadi bahan baku karet alami. Pohon ini dapat tumbuh tinggi dan besar dengan tinggi hingga mencapai 15-25 m. Batangnya tumbuh lurus dan mempunyai percabangan yang tinggi di atas. Lateks terkandung di dalam batang tersebut.
Akar
Tumbuhan karet mempunyai sistem perakaran yang terdiri atas akar tunggang, akar lateral, serta akar serabut. Tumbuhan yang sudah berusia lebih dari 3 tahun biasanya memiliki akar tunggang yang tumbuh hingga kedalaman mencapai 1,5 m. Seiring dengan bertambahnya usia tumbuhan, akar tersebut akan tumbuh semakin memanjang. Bahkan dalam usia 7 tahun, panjang akar tersebut lebih dari 2,5 m.
Akar lateral pada tumbuhan karet bisa berkembang hingga kedalaman 40-80 cm apabila tanaman dipelihara di tanah yang gembur. Perlu diketahui, akar ini berguna untuk menyerap ari dan unsur hara dari dalam tanah. Sedangkan akar serabut masih dapat ditemukan sampai kedalaman 45 cm jika kondisi media tanam cukup subur. Di negara yang memiliki 4 musim, pertumbuhan akar serabut ini akan mencapai puncaknya pada musim semi.

Batang
Batang yang dimiliki oleh tumbuhan karet berbentuk lurus dan cukup besar. Tanaman ini mampu tumbuh tinggi sampai 15-25 m. Di bagian pucuk batang umumnya tumbuh percabangan dalam jumlah yang cukup banyak. Batang karet mengandung lateks yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Biasanya lateks digunakan sebagai bahan baku karet alami. Beberapa batang karet mempunyai kecenderungan untuk tumbuh miring sesuai dengan arah datangnya sinar matahari.
Daun
Pohon karet dilengkapi dengan daun yang tumbuh secara berselang-seling. Ukuran tangkai daunnya cukup panjang yang terhubung dengan 3 anak daun yang berpermukaan licin mengkilat. Daun karet berbentuk lonjong, pangkalnya sempit dan tegang, ujung berbentuk runcing, sisi atas daun berwarna hijau tua, dan sisi bawahnya berwarna agak cerah. Panjang daun tersebut berukuran sekitar 5-35 cm dan lebar antara 2,5-12,5 cm.
Daun karet berwarna hijau ketika dalam kondisi segar dan akan berubah menjadi kuning atau merah bila usianya sudah cukup tua serta akan gugur. Memasuki musim kemarau, ada banyak daun karet yang berguguran sebagai upaya untuk mengurangi tingkat penguapannya. Daun ini terdiri atas tangkai daun utama sepanjang 3-20 cm dan tangkai anak daun sepanjang 3-10 cm. Anak daun karet berbentuk elips, memanjang dan ujungnya meruncing, serta memiliki permukaan tepi yang rata dan tidak tajam.
Bunga
Setiap tumbuhan karet mempunyai bunga jantang dan bunga betina. Bunga-bunga tersebut tumbuh dari malai payung yang jarang. Pada ujung bunga terdapat 5 tajuk yang sempit. Panjang tenda bunganya berkisar antara 4-8 mm.
Bunga betina diselubungi oleh rambut, ukurannya lebih besar daripada bunga jantan, dan mengandung bakal buah yang beruang tiga. Begitu pula dengan kepala putik yang nantinya akan dibuahi dalam posisi duduk berjumlah tiga. Sedangkan bunga jantan memiliki sepuluh benang sari yang tersusun menjadi suatu tiang. Sementara kepala sarinya terbagi dalam dua karangan dan tersusun lebih tinggi daripada bagian bunga yang lain.
Bunga majemuk pada tumbuhan karet ada di ujung ranting yang memiliki daun. Setiap karangan bunga mempunyai beberapa cabang. Bunga betina muncul dari ujung cabang dan bunga jantan tumbuh dari seluruh bagian karangan bunga. Pada umumnya, jumlah bunga jantan yang dimiliki tumbuhan karet lebih banyak dibandingkan dengan bunga betina.
Bunga karet berbentuk menyerupai lonceng yang berwarna kuning. Aroma dan warna bung tersebut cukup menarik serta memiliki tepung sari dan putik yang agak lengket. Bunga betina biasanya mempunyai ukuran yang lebih besar ketimbang ukuran bunga jantan. Ketika bunga betina tersebut sudah dalam keadaan terbuka, maka akan tampak putik yang dilengkapi tiga tangkai putik. Sedangkan bunga jantan yang sudah matang akan menghasilkan tepung sari yang berwarna kuning.
Buah
Tanaman karet mempunyai buah yang dilengkapi dengan beberapa ruang yang terbagi dalam bagian-bagian yang jelas. Masing-masing dari ruang tersebut berbentuk setengah bola. Dalam setiap buah karet umumnya terdapat ruang sebanyak tiga, tetapi ada pula buah yang bahkan bisa mempunyai enam ruang. Adapun diameter buah karet berkisar antara 3-5 cm.
Buah karet yang sudah masak biasanya akan pecah dengan sendirinya. Itulah kenapa tanaman karet bisa berkembang biak secara alami melalui biji. Ketika buah karet matang, maka biji akan terlontar sampai jarak yang cukup jauh. Jika biji tadi berada di tanah yang kondisinya mendukung syarat tumbuh tanaman karet, maka biji tersebut akan mulai berkecambah hingga tumbuh menjadi tanaman karet.
Komentar
Posting Komentar