Bagaimana cara menanam karet unggul yang baik? Karet merupakan salah satu tanaman perkebunan yang cukup menjanjikan untuk dibudidayakan secara massal. Hal ini dikarenakan pasar terus membutuhkan getah karet sebagai bahan baku dalam berbagai sektor perindustrian. Bahkan tingkat permintaan tersebut cenderung mengalami peningkatan setiap tahunnya.
Pohon karet juga cukup mudah ditanam. Pun soal perawatannya, tanaman ini tidak membutuhkan bentuk perawatan yang rumit seperti halnya pada kelapa sawit. Begitu pula dengan jarak tanam pohon karet yang berkisar antara 7 x 3 meter tentu dapat memaksimalkan jumlah tanaman yang bisa dipelihara di dalam suatu lahan. Meskipun saat ini sudah ditemukan karet buatan dari bahan-bahan kimia, tetapi harga jual getah karet masih terjaga dengan baik.

Berikut ini panduan menanam bibit karet yang kami tujukan khususnya untuk para petani karet pemula!
Langkah I. Pengadaan Bibit
Pada umumnya, bibit karet ditanam dengan jarak 7 x 3 meter khususnya untuk lahan yang permukaannya landai. Jumlah bibit yang dibutuhkan untuk penanaman di lahan seluas 1 hektar adalah 476 bibit. Di samping bibit utama, Anda juga perlu menyediakan bibit cadangan untuk keperluan penyulaman sebanyak 47 bibit atau kurang lebih 10% dari jumlah bibit utama. Jadi jumlah bibit karet secara keseluruhan yang harus disediakan yaitu 523 bibit/hektar. Anda bisa membeli bibit karet yang berkualitas unggul dengan harga agak miring di www.tokotanaman.com.
Langkah II. Penyeleksian Bibit
Tujuan dari penyeleksian bibit adalah untuk mendapatkan bibit yang memiliki kualitas benar-benar unggul sehingga layak untuk ditanam. Sifat-sifat unggul yang diharapkan dari bibit tersebut antara lain memiliki tingkat produktivitas getah yang tinggi, mempunyai respons yang baik terhadap stimulasi hasil yang diberikan, memiliki ketahanan yang bagus dari serangan hama dan penyakit, serta mempunyai tingkat pemulihan luka pada kulit batang yang baik. Adapun ciri-ciri bibit karet yang layak dipilih meliputi bibit tersebut sudah berpayung dua, mata okulasinya benar-benar bagus, mata okulasi tadi sudah mulai bertunas, bibit mempunyai akar tunggang dan akar lateral yang tumbuh subur, serta bibit harus bebas dari penyakit apapun.
Langkah III. Penanaman Bibit
Waktu penanaman bibit karet sebaiknya dilaksanakan pada awal musim penghujan yaitu sekitar bulan Oktober hingga bulan Desember. Tujuannya apalagi kalau bukan untuk menyediakan air yang cukup demi mendukung pertumbuhan awal bibit karet. Setelah bibit karet dimasukkan ke dalam lubang tanam, timbun kembali bibit ini menggunakan lapisan tanah atas (top soil). Biar hasilnya lebih bagus, Anda bisa mencampurkan lapisan tanah atas ini dengan pupuk RP 100 gram, pupuk urea 50 gram, dan pupuk SP-36 100 gram masing-masing per lubang.
Langkah IV. Pemeliharaan Tanaman
Bentuk-bentuk pemeliharaan yang ditujukan kepada tanaman karet antara lain pengendalian gulma, pemberian pupuk, dan pemberantasan penyakit tanaman. Pengendalian gulma dikerjakan dengan membersihkan area lahan dari gulma secara berkala sehingga tanaman karet bisa tumbuh dengan optimal. Kemudian untuk mengatasi penyakit pada tanaman karet, Anda bisa menggunakan obat-obatan kimia yang sesuai. Sedangkan proses pemupukan susulan harus dilakukan secara tepat. Kami akan membahas metode pemupukan pada pohon karet yang benar pada artikel selanjutnya agar lebih lengkap dan mendalam. Terima kasih.
Komentar
Posting Komentar