Bagaimana cara pembuatan kecambah karet? Proses perkecambahan pada tanaman karet merupakan langkah pertama perkembangan atau pertumbuhannya. Oleh karena itu, pelaksanaan proses ini harus dilakukan dengan sebaik-baiknya agar menghasilkan kecambah yang normal. Kecambah ini selanjutnya diharapkan dapat tumbuh menjadi tanaman karet yang berproduksi apabila keadaan lingkungan menguntungkan.
Sebelum proses perkecambahan dimulai, ada baiknya benih-benih karet yang telah melewati proses penyeleksian dicuci dengan air bersih terlebih dahulu. Kemudian benih tersebut direndam di dalam larutan KNO3 0,2% selama 24 jam untuk meningkatkan daya berkecambahnya. Penyemaian dilakukan berdasarkan waktu penerimaan benih karet.

Penanaman Benih
Setelah itu, buat garis-garis lurus yang berjarak 5 cm di atas bedengan semai. Ambil benih karet yang berupa biji, lalu tanamkan dengan menekan biji tersebut ke dalam tanah. Usahakan bagian perut yang rata pada biji tadi mengarah ke bawah dengan kedalaman hingga 3/4 dari total ketebalannya. Jadi bagian punggung dari biji tadi yang terletak di sebelah atas masih dapat terlihat di luar tanah.
Pastikan arah mata tunas yang menjadi tempat tumbuhnya lembaga mengarah ke satu titik yaitu atas. Tanamkan benih-benih karet ini dengan jarak antar barisan 5 cm dan jarak dalam barisan sekitar 2-3 cm. Namun apabila jumlah benih karet yang akan dikecambahkan pada suatu waktu cukup banyak, Anda bisa menanamkannya dengan jarak yang lebih rapat.
Perawatan Kecambah
Agar benih karet bisa tumbuh menjadi kecambah yang berkualitas unggul, maka Anda perlu memberikan perawatan dengan sebaik-baiknya. Faktor yang menjadi penentu keberhasilan proses ini yaitu tingkat kelembaban media semai. Itu sebabnya, penyiraman benih harus benar-benar diperhatikan. Penyiraman sebaiknya dilakukan pada pagi dan sore hari tergantung kondisi cuaca. Penyiraman ini dikerjakan memakai alat penyiraman khusus seperti gembor atau emprat supaya butiran-butiran air yang dihasilkannya tidak terlalu besar sehingga tidak merusak media persemaian.
Pemindahan Kecambah
Jika didukung dengan faktor-faktor yang tepat, benih karet akan tumbuh menjadi kecambah dalam waktu yang berkisar antara 5-30 hari. Bila ada benih yang tidak berkecambah dalam waktu lebih dari 21 hari, maka hendaknya benih tersebut disingkirkan dari media semai supaya tidak membusuk dan mengundang bibit penyakit. Kecambah yang tidak sehat, terkena penyakit, ditumbuh cendawan, dan berlubang juga perlu dibuang secepatnya. Sementara itu, kecambah-kecambah karet yang normal bisa dipindahkan ke polybag untuk dibuat menjadi bibit karet yang unggul.
Terdapat tiga macam stadium yang dilalui oleh kecambah karet berdasarkan usianya antara lain stadium bintang, stadium pancing, dan stadium jarum. Meskipun pada ketiga stadium tersebut kecambah karet bisa dipindahkan ke polybag, tetapi untuk mendapatkan hasil yang terbaik maka pemindahan sebaiknya dilakukan pada waktu stadium pancing. Proses pemindahan dilakukan dengan mencungkil kecambah secara hati-hati menggunakan alat bantu dari bambu yang disebut solet.
Komentar
Posting Komentar