Apakah Anda membutuhkan tips memilih bibit karet? Karet (Hevea brasilliensis) adalah tanaman perkebunan yang tumbuh secara menahun. Butuh waktu setidaknya 25 tahun bagi tanaman ini untuk mencapai usia remaja. Oleh sebab itu, pemilihan bibit karet harus dilakukan dengan cermat sekali agar tidak berdampak buruk terhadap usaha budidaya karet di perkebunan.
Bibit karet yang unggul biasanya berasal dari teknik okulasi. Bibit tersebut memiliki tingkat produktivitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan bibit yang berasal dari semaian biji. Selain itu, bibit hasil dari teknik okulasi juga umumnya mempunyai masa tanaman belum menghasilkan yang lebih cepat dan tingkat pertumbuhan tanaman yang lebih seragam. Bibit ini pun memiliki sifat sekunder yang sesuai dengan keinginan seperti tahan terhadap penyakit, volume kayu setiap pohon tinggi, batang berbentuk tegap, dan responsif pada stimulan.
Proses pengadaan dan standar mutu harus diperhatikan dengan seksama untuk memperoleh bibit karet yang mutunya bagus. Harapannya setelah menerapkan semua standar kualitas budidaya tersebut, maka masa tanaman belum menghasilkan bisa dipersingkat sekitar 5-10 tahun dan jumlah produksi sadap bisa ditingkatkan.

Berikut ini ciri-ciri bibit karet yang baik hasil dari okulasi :
- Kondisi stump tampak segar dan tunas tempelan terlihat hidup subur.
- Diameter batang okulasi berkisar antara 1,3-3,0 cm dan umurnya sekitar 10-14 bulan.
- Memiliki akar tunggang yang berkisar antara 25-35 cm.
- Bibit tidak terserang hama ataupun penyakit.
Mahalnya harga bibit yang berasal dari teknik okulasi memaksa para petani untuk menggunakan bibit stek atau bibit alam yakni bibit yang tumbuh dengan sendirinya. Adapun kriteria bibit karet stek yang bagus antara lain :
- Batang tanaman karet mempunyai kulit yang berwarna hitam kecoklat-coklatan.
- Kulitnya akan mengeluarkan getah yang kental apabila digores.
- Karet memiliki tunas yang diselubungi oleh kulit yang cukup tebal.
- Tunas karet tumbuh lurus ke atas, tidak tumbuh menyamping, dan tidak bengkok.
- Batang karet berdiameter sedang, tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil.
- Daunnya berwarna hijau segar, tidak kekuning-kuningan, tidak terlalu panjang/lebar, dan keriting.
- Mempunyai akar serabut yang banyak.
Akhir-akhir ini para petani juga cenderung memilih bibit karet yang belum mempunyai tunas karena bibit yang sudah bertunas dibanderol dengan harga yang cukup mahal. Bibit yang kondisinya demikian ini kerap disebut sebagai bibit karet mata tidur. Di bawah ini hal-hal yang harus diperhatikan dalam memilih bibit karet mata tidur :
- Bibit memiliki mata tunas yang besar.
- Memiliki akar serabut yang cukup banyak.
- Bibit sama sekali tidak terserang oleh jamur.
- Kondisi bibit tampak sehat dan subur.
Sementara itu, ciri-ciri bibit karet alam yang layak dipilih antara lain :
- Usia bibit tidak terlalu muda.
- Bibit mempunyai kulit yang berwarna hitam kecoklat-coklatan.
- Dilengkapi dengan akar tunjang yang berukuran cukup panjang.
- Memiliki tunas yang ukuran matanya besar.
- Kulitnya mengeluarkan getah yang encer bila diiris.
- Daun berwarna hijau segar, berbentuk kecil pipih dan memanjang, tidak berbintik-bintik, serta bentuknya cenderung keriting.
Komentar
Posting Komentar