Bagaimana cara pembibitan karet langsung dalam polybag? Sebagai tanaman perkebunan yang mampu menghasilkan keuntungan dalam jumlah yang besar, karet banyak dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia. Sayangnya harga bibit karet tergolong cukup mahal. Apalagi untuk bibit yang berasal dari klon unggul. Maka salah satu solusi untuk mengatasi kondisi tersebut adalah membuat bibit karet sendiri.
Pada dasarnya, ada tiga langkah yang perlu dilaksanakan untuk membuat bibit karet menggunakan wadah berupa polybag. Pertama yaitu pembuatan batang bawah sebagai tempat melekatnya mata okulasi. Kedua ialah pembuatan kebun entres sebagai sumber mata okulasi. Dan ketiga yakni persiapan bahan tanam. Perhatikan panduan langkah-langkah selengkapnya berikut ini!
Langkah 1. Pembuatan Batang Bawah
Batang bawah idealnya memiliki sistem perakaran yang kokoh. Oleh sebab itu, tanaman karet yang akan dijadikan sebagai batang bawah harus berasal dari biji. Beberapa klon anjuran untuk batang bawah antara lain BPM 24, GT 1, RRIC 100, PR 28, PB 260, AVROS 2037, dan LCB 1320. Agar terjadi kemurniannya, biji karet yang akan dijadikan sebagai benih diambil pada jarak kurang dari 100 m dari tanaman induk.
Ciri-ciri biji karet yang bagus untuk dijadikan sebagai benih ialah memiliki endosperma penuh yang berwarna putih kekuningan dan tidak mempunyai rongga. Cobalah memantulkan biji tersebut ke lantai, jika biji memantul maka kualitasnya tidak perlu diragukan lagi. Selain itu Anda pun dapat merendam biji karet yang sudah dikumpulkan tadi. Biji-biji karet yang mutunya bagus akan tenggelam di dalam air. Setelah proses pemilihan benih selesai, Anda bisa menyemai biji karet ini di dalam polybag yang berisi media tanam berupa campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1:1.
Langkah 2. Pembuatan Kebun Batang Atas (Entres)
Untuk mendapatkan bibit karet yang unggul dibutuhkan batang atas (entres) yang kualitasnya bagus pula. Sumber entres sebaiknya berasal dari perkebunan yang ditujukan khusus untuk pembibitan. Sebab entres yang diperoleh dari perkebunan budidaya umumnya akan menghasilkan bibit yang memiliki pertumbuhan tidak seragam dan tingkat keberhasilan okulasinya rendah. Selain itu, penyayatan tanaman untuk diambil mata tunasnya sering kali mengganggu produksi getah yang dihasilkan oleh pohon karet tersebut.
Secara prinsip, okulasi merupakan teknik perbanyakan tanaman yang dilakukan dengan menempelkan mata entres ke tanaman yang dijadikan sebagai batang bawah. Tujuan dari teknik ini adalah menggabungkan sifat-sifat yang dimiliki oleh kedua tanaman induknya. Okulasi dapat menghasilkan bibit karet unggul berupa stum mata tidur, stum mini, stum tinggi, atau bibit dalam polybag.
Langkah 3. Persiapan Bahan Tanam
Bahan tanam yang digunakan untuk membuat bibit karet dalam polybag yaitu stum mata tidur atau stum mini yang dibudidayakan ke dalam polybag hingga bibit tersebut memiliki satu atau dua payung. Kelebihan dari metode ini ialah persentase tingkat kematiannya rendah, tingkat pertumbuhan bibit seragam, bibit terhindar dari wabah penyakit, serta masa tanaman belum menghasilkan dapat dipersingkat.
Dalam pelaksanaan metode ini, Anda bisa menggunakan polybag yang berukuran 25 x 50 cm, 25 x 40 cm, atau 40 x 12,5 cm. Pilih polybag yang berwarna hitam dan mempunyai ketebalan bahan sekitar 0,1-0,15 cm. Setelah Anda berhasil menyediakan batang bawah, batang atas, dan polybag, proses selanjutnya adalah pelaksanaan okulasi. Anda bisa mempelajari panduan selengkapnya di sini.
Komentar
Posting Komentar