Dulu saya kira kalau mau mengirim paket, yang paling penting itu mengetahui berat barangnya. Kalau barangnya lima kilogram, ya tinggal membayar ongkos kirim untuk lima kilogram. Ternyata, urusannya tidak selalu sesederhana itu.
Ukuran kardus juga bisa ikut menentukan biaya pengiriman.
Saya baru menyadari hal ini ketika membayangkan seseorang yang ingin mengirim paket ke Jepang. Misalnya, isinya hanya bantal, pakaian, dan beberapa barang ringan lainnya. Ketika ditimbang, beratnya ternyata tidak seberapa.
Namun, barang-barang tersebut membutuhkan kardus yang cukup besar.
Nah, di sinilah ukuran paket bisa menjadi hal yang perlu diperhatikan. Dalam pengiriman tertentu, ekspedisi menggunakan perhitungan berat volumetrik untuk memperhitungkan ruang yang digunakan paket selama perjalanan.
Artinya, paket yang ringan tetapi berukuran besar bisa saja dihitung berdasarkan berat volumenya, bukan hanya berat ketika ditimbang.
Cara menghitungnya sebenarnya tidak terlalu sulit. Kita hanya perlu mengetahui panjang, lebar, dan tinggi kardus.
Sebagai contoh, ada kardus berukuran 50 × 40 × 30 cm. Kalau menggunakan rumus volumetrik panjang dikali lebar dikali tinggi, kemudian dibagi 5.000, hasilnya adalah 12 kg.
Jadi, meskipun berat asli barang di dalam kardus hanya 6 kg, berat volumetriknya mencapai 12 kg. Jika layanan yang digunakan menerapkan rumus tersebut dan menghitung berdasarkan berat yang lebih besar, biaya pengiriman bisa mengacu pada berat volumetrik itu.
Tentu saja, rumus dan aturan pembulatan bisa berbeda antara satu layanan dengan layanan lainnya. Karena itu, sebaiknya tanyakan ketentuan yang berlaku sebelum mengirim paket.
Lalu, bagaimana supaya ukuran kardus tidak terlalu besar?
Salah satu caranya adalah menyesuaikan ukuran kemasan dengan barang yang dikirim. Kalau barangnya bisa disusun lebih rapi tanpa merusak atau menekannya secara berlebihan, mungkin kita bisa menggunakan kardus yang lebih kecil.
Namun, jangan sampai hanya mengejar ukuran kecil sampai lupa soal keamanan barang. Barang tetap harus terlindungi dengan baik selama perjalanan.
Kalau barang yang dikirim cukup banyak, ada baiknya juga menanyakan kepada ekspedisi apakah barang tersebut boleh dibagi ke beberapa kardus atau justru lebih sesuai jika dikemas bersama. Perhitungannya perlu dilihat berdasarkan berat, ukuran, tarif, dan ketentuan masing-masing layanan.
Misalnya, seseorang ingin mengirim pakaian, camilan, dan perlengkapan rumah kepada keluarganya di Jepang. Sebelum membeli kardus, ia bisa mengumpulkan seluruh barang terlebih dahulu, lalu memperkirakan ukuran kemasan yang dibutuhkan.
Setelah itu, barulah meminta perkiraan biaya pengiriman.
Dengan cara seperti ini, kita bisa mendapatkan gambaran biaya sejak awal dan tidak terlalu terkejut ketika paket sudah selesai dikemas.
Menurut saya, hal-hal kecil seperti ini cukup penting diketahui, terutama bagi orang yang baru pertama kali mengirim barang ke Jepang.
Sebab, biaya pengiriman bukan hanya soal berapa kilogram barang yang kita punya. Ukuran kardus, jenis layanan, dan aturan penghitungan tarif juga bisa berpengaruh.
Jadi, sebelum menutup kardus dan membawanya ke ekspedisi, ada baiknya periksa dulu ukuran serta berat paketnya. Siapa tahu, dengan menata barang lebih rapi dan memilih kemasan yang sesuai, kita bisa mengirim barang dengan lebih efisien tanpa mengorbankan keamanannya.
.png)
Komentar
Posting Komentar