Setelah tahu ongkir, biasanya pertanyaan berikutnya hampir pasti muncul:
“Terus, sampainya berapa hari?”
Wajar.
Orang yang mengirim paket ke Jepang tentu ingin tahu kapan paketnya sampai. Apalagi kalau isinya pakaian, makanan, barang pribadi, atau sesuatu yang memang sedang ditunggu.
Sayangnya, pengiriman barang itu bukan seperti pesan ojek online.
Tidak bisa lihat titiknya sudah sampai mana lalu bertanya, “Bang, lima menit lagi ya?” π
Lama pengiriman bisa berbeda tergantung jenis layanan yang digunakan.
Pengiriman udara biasanya lebih cepat
Kalau ingin barang sampai lebih cepat, pengiriman udara biasanya menjadi pilihan.
Untuk pengiriman dari Indonesia ke Jepang, layanan udara bisa dibagi menjadi beberapa pilihan.
Ada layanan express dan ada juga layanan regular.
Express biasanya membutuhkan waktu sekitar 5–7 hari.
Sedangkan regular sekitar 7–10 hari.
Waktu tersebut tentunya merupakan estimasi, bukan janji bahwa paket pasti mengetuk pintu rumah pada hari tertentu.
Karena selama perjalanan masih ada proses yang harus dilalui.
Kalau lewat laut bagaimana?
Pengiriman laut biasanya membutuhkan waktu lebih lama.
Untuk layanan laut ekonomis, estimasinya bisa sekitar 30–45 hari.
Kalau kondisi tertentu seperti cuaca atau proses perjalanan mengalami kendala, waktunya bisa lebih panjang.
Dalam kondisi tertentu, pengiriman laut bahkan bisa mencapai sekitar 50–60 hari.
Jadi kalau menggunakan kapal, jangan baru dua minggu kemudian bertanya:
“Paket saya kok belum sampai?”
Kapal memang tidak punya sayap. π
Kenapa waktu pengiriman bisa berbeda?
Ada banyak proses yang dilalui paket sebelum sampai ke penerima.
Paket tidak langsung berangkat dari rumah pengirim kemudian muncul di depan rumah penerima.
Ada proses pengumpulan, pemeriksaan, pengurusan dokumen, proses keberangkatan, perjalanan dan proses setelah barang tiba di Jepang.
Karena itu, waktu pengiriman tidak hanya ditentukan oleh jarak Indonesia dan Jepang.
Apakah semua kota di Jepang membutuhkan waktu yang sama?
Belum tentu.
Tujuan pengiriman juga bisa memengaruhi prosesnya.
Mengirim ke kota besar dan wilayah yang lebih jauh dari pusat distribusi bisa mempunyai waktu proses yang berbeda.
Selain itu, kondisi operasional di masing-masing wilayah juga bisa berubah.
Karena itu, alamat tujuan tetap diperlukan ketika ingin mengetahui estimasi pengiriman dengan lebih jelas.
Kalau sedang buru-buru, pilih yang mana?
Kalau barang memang dibutuhkan dalam waktu relatif cepat, pengiriman udara lebih cocok untuk dipertimbangkan.
Misalnya pakaian yang akan segera digunakan, dokumen atau barang pribadi yang tidak ingin terlalu lama berada di perjalanan.
Tetapi kalau barangnya banyak dan tidak terlalu mendesak, pengiriman laut bisa menjadi pilihan yang lebih ekonomis.
Jadi jangan cuma bertanya:
“Mana yang paling murah?”
Tapi tanyakan juga:
“Barang ini harus sampai kapan?”
Kalau barang harus sampai minggu depan tetapi memilih kapal karena lebih murah, nanti yang stres bukan kapalnya. π
Apakah estimasi bisa molor?
Bisa.
Namanya juga estimasi.
Ada berbagai hal yang dapat memengaruhi perjalanan barang, seperti kondisi operasional, pemeriksaan, cuaca dan proses di perjalanan.
Terutama untuk pengiriman laut, waktu perjalanan memang lebih panjang sehingga kemungkinan perubahan jadwal juga lebih besar.
Karena itu, sebaiknya jangan mengirim barang mepet dengan tanggal yang sangat penting.
Kalau ada acara tanggal 20, jangan baru mengirim tanggal 19 sambil berharap paket punya kemampuan teleportasi.
Jadi berapa lama kirim barang ke Jepang?
Secara sederhana, gambarnya seperti ini:
Air Express: sekitar 5–7 hari
Air Regular: sekitar 7–10 hari
Sea Ekonomis: sekitar 30–45 hari
Untuk pengiriman laut, dalam kondisi tertentu waktu perjalanan bisa menjadi lebih panjang.
Jadi sebelum memilih layanan, pikirkan dua hal:
Seberapa cepat barang harus sampai?
dan
Seberapa besar biaya yang ingin dikeluarkan?
Kalau butuh cepat, udara lebih masuk akal.
Kalau tidak terburu-buru dan ingin pilihan yang lebih ekonomis, laut bisa dipertimbangkan.
Yang penting jangan berharap paket dikirim hari Senin dan Selasa pagi sudah sarapan bersama penerima di Jepang. π

Komentar
Posting Komentar