Langsung ke konten utama

Penyakit Gugur Daun Corynespora pada Tanaman Karet

Penyakit gugur daun corynespora merupakan salah satu penyakit yang menyerang tanaman karet. Penyakit ini disebabkan oleh Corynespora cassiicola. Serangannya terjadi pada daun yang kondisinya masih muda hingga tua. Gejala awal serangannya dimulai dari kemunculan bercak-bercak berwarna cokelat yang selanjutnya berkembang menjadi guratan menyerupai bentuk tulang ikan. Seiring berjalannya waktu, bercak tersebut akan meluas sejajar dengan urat daun dan tidak teratur. Lantas daun yang terserang pun menguning dan gugur.
Pada umumnya, serangan penyakit corynespora diawali dari daun-daun yang masih muda. Hal ini ditandai dari gejala awal berupa munculnya bercak cokelat kehitaman pada bagian urat atau tulang daun. Biasanya gejala ini akan tampak jelas setelah daun berubah warna menjadi hijau muda atau hijau tua. Kemudian gejala tersebut akan berkembang mengikuti alur tulang atau urat daun yang meluas ke bagian lainnya. Akibatnya bentuk bercak ini pun sekilas terlihat menyerupai tulang ikan.
penyakit-gugur-daun-karet.jpg
Kondisi lingkungan yang mendukung akan membuat gejala awal yang muncul tersebut semakin meluas. Lama-kelamaan ukuran bercak tadi akan semakin luas. Bentuknya pun bertambah luas menjadi seperti bulatan atau tidak beraturan. Namun tetap ada ciri-ciri khas yang ditunjukkan yaitu bagian tepi bercak tersebut berwarna cokelat, ada sirip yang berwarna cokelat/hitam, serta bagian pusat yang kondisinya kering. Berikutnya daun-daun yang sakit ini menguning atau berubah menjadi cokelat kehitaman, hingga akhirnya gugur.
Sumatera Selatan diketahui sebagai salah satu daerah di Indonesia yang sangat rawan terkena serangan penyakit gugur daun corynespora. Cendawan yang satu ini pernah menyebabkan wabah yang begitu parah di perkebunan karet di Sumatera Selatan. Dampaknya yaitu daun tanaman karet terus-menerus berguguran sehingga mengakibatkan tanaman tersebut meranggas di sepanjang tahun. Pertumbuhan tanaman pun terhambat hingga menjadi kerdil. Hal ini mengakibatkan tanaman karet terlambat berproduksi, getahnya sedikit, atau tidak menghasilkan getah sama sekali.
Dalam tingkat yang parah, serangan cendawan Corynespora cassiicola akan menyebabkan tanaman karet mati. Oleh karena itu, pengendalian wajib dilakukan terhadap tanaman yang terjangkit penyakit gugur daun ini sehingga diharapkan bisa sembuh dan sehat kembali. Adapun upaya-upaya pengendalian yang dapat dilakukan di antaranya :
  1. Menanam klon tanaman karet yang telah diketahui mempunyai sifat yang resisten terhadap penyakit gugur daun. Hal ini wajib dilakukan terutama di daerah-daerah yang sering terjadi wabah penyakit gugur daun sebelumnya.
  2. Serangan yang ringan bisa dikendalikan menggunakan pupuk nitrogen. Berikan pupuk nitrogen sebanyak dua kali dosis anjuran ketika daun-daun muda mulai terbentuk. Pupuk ini ditanamkan ke dalam tanah supaya gampang diserap oleh akar.
  3. Serangan yang berat dapat dikendalikan memakai fungisida anjuran. Fungisida ini dapat diaplikasikan pada saat mulai terbentuknya daun-daun muda dengan interval seminggu hingga daun tersebut berwarna hijau, di mana umur daun sekitar 21 hari.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bagaimana Produk Lokal Bisa Dikenal di Taiwan

  Tidak semua produk lokal langsung bisa menembus pasar luar negeri. Diperlukan strategi, kesabaran, dan pemahaman terhadap budaya konsumen. Begitu pula ketika ingin mengenalkan produk Indonesia di Taiwan — sebuah pasar yang unik, kompetitif, tapi juga terbuka terhadap hal-hal baru. Langkah pertama adalah membangun citra positif produk. Konsumen Taiwan sangat memperhatikan kualitas dan kebersihan, jadi kemasan yang rapi, desain profesional, serta informasi produk yang jelas menjadi hal penting. Produk yang terlihat serius akan lebih mudah mendapat kepercayaan dibanding yang terkesan asal-asalan. Selanjutnya, pahami perilaku belanja masyarakat Taiwan. Mereka aktif di platform e-commerce dan media sosial seperti Shopee Taiwan, Facebook, dan Instagram. Pelaku usaha dari Indonesia bisa memanfaatkan ini untuk memperkenalkan produknya melalui promosi online atau kolaborasi dengan diaspora Indonesia di sana. Selain itu, keunikan budaya Indonesia justru bisa menjadi nilai tambah. Produk...

Mesin Espresso yang Menempuh Perjalanan ke Jepang Bukan Sekadar Barang Elektronik

  Sebuah mesin espresso mungkin hanya membutuhkan beberapa menit untuk menghasilkan secangkir kopi. Namun, perjalanan sebuah mesin espresso dari Indonesia menuju Jepang tentu membutuhkan waktu yang jauh lebih panjang. Di antara kedua proses tersebut terdapat perbedaan kondisi yang cukup besar: mesin yang biasanya berdiri diam di atas meja harus melewati proses pemindahan, getaran kendaraan, penyimpanan, hingga akhirnya ditempatkan kembali di tempat yang baru. Di sinilah persoalan sebenarnya muncul. Mesin espresso memiliki sistem pemanas, pompa, boiler, jalur air, katup, dan rangkaian listrik yang bekerja dalam satu kesatuan. Dari luar mungkin terlihat seperti kotak logam biasa, tetapi bagian dalamnya jauh lebih kompleks. Karena itu, kondisi mesin sebelum diberangkatkan menjadi penting, terutama jika unit tersebut sebelumnya sudah digunakan bertahun-tahun. Mesin bekas dari kedai kopi biasanya memiliki cerita tersendiri. Ada sisa kerak mineral di jalur air, residu kopi di area terten...

Peluang Besar Ekspor Kakao Indonesia ke Italia

  Italia terkenal dengan produk cokelat premium yang mendunia, seperti Ferrero Rocher, Venchi, dan Amedei. Cita rasa cokelat Italia yang khas dan berkualitas tinggi tidak terlepas dari bahan baku kakao yang mereka gunakan. Meskipun Italia adalah salah satu produsen cokelat terbaik di dunia, negara ini bukan penghasil utama kakao. Karena itu, peluang ekspor kakao Indonesia ke Italia terbuka sangat lebar. Indonesia termasuk dalam lima besar produsen kakao terbesar di dunia. Sentra produksi utamanya berada di Sulawesi, Sumatera, dan Papua, dengan varietas yang memiliki cita rasa kuat serta kadar lemak yang ideal untuk industri cokelat. Banyak perusahaan Italia yang mencari sumber kakao dengan karakteristik tropis seperti ini untuk menghasilkan cokelat premium dengan aroma dan tekstur yang unik. Permintaan kakao dari Indonesia ke Eropa, khususnya Italia, cenderung meningkat seiring berkembangnya tren cokelat artisan dan produk berbasis kakao organik. Konsumen Italia kini lebih pedul...