Langsung ke konten utama

Penyebab Penyakit Embun Tepung dan Pengendaliannya

Penyakit embun tepung yang menyerang tanaman karet disebabkan oleh Oidium haveae Stein. Oleh sebab itu, penyakit ini sering pula disebut penyakit oidium. Oidium haveae Stein adalah jamur yang memiliki miselium yang tidak berwarna dan menjalar pada permukaan epidermis. Miselium tersebut membentuk haustorium yang menembus epidermis serta menghisap makanan dari sel-sel jaringan yang ada di bawahnya.
Miselium pada Oidium haveae Stein ini membentuk konidofor (pendukung konidium) yang berbeda dibandingkan dengan oidium pada umumnya. Oidium haveae hanya memiliki satu konidium di setiap konidofor dan jarang-jarang. Konidium tersebut berbentuk menyerupai tong (ellipsoid), berukuran 28-42 x 14-23 µm, tidak mempunyai warna, dan terdapat beberapa vakuola besar di dalamnya.
penyebab-penyakit-embun-tepung.jpg
Spora atau konidium jamur Oidium haveae cepat disebarluaskan oleh angin. Apalagi jika spora yang jumlahnya sangat banyak tersebut tumbuh di musim kemarau saat kondisinya kering. Proses penyebaran spora biasanya berlangsung pada siang hari. Hembusan angin yang kencang akan mengangkut spora dan jatuh di sekelilingnya. Spora ini lantas mengendap di permukaan daun muda. Kondisi seperti suhu berkurang dan kelembaban udara yang naik akan membantu pertumbuhan jamur.
Di setiap perkebunan karet hampir selalu ada sumber infeksi penyakit embun tepung. Di daun-daun yang kondisinya masih muda selalu ada jamur oidium meskipun jumlahnya sedikit. Jamur ini juga terdapat di semakin tanaman karet liar yang tumbuh di lingkungan perkebunan. Jamur ini juga dapat bertahan hidup di salah satu gulma yang biasa tumbuh di perkebunan yaitu patikan (Euphorbia pilulifera L. atau Euphorbia hirta L.).
PENGENDALIAN
Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengendalikan penyakit embun tepung pada tanaman karet antara lain :
  • Pengendalian Memakai Belerang
Penyakit embun tepung diketahui dapat dikendalikan menggunakan penyerbukan belerang. Proses ini bisa dilakukan setelah 10-20 persen pohon yang ada di kebun telah membentuk tunas atau setelah terlihatnya bercak oidium yang pertama. Dosis yang digunakan ialah 10-12 kg belerang cirrus/ha. Penyerbukan bisa memakai mesin bermotor yang diulang setiap 7-10 hari sekali. dalam setiap masa flush biasanya butuh penyerbukan hingga 5-6 kali.
Waktu pelaksanaan penyerbukan harus ketika pagi antara jam 3-7 pagi saat embun masih ada di permukaan daun. Penyerbukan di atas jam 7 pagi kurang efektif sebab serbuk belerang tidak dapat mengendap di permukaan tanaman akibat terjadinya turbulensi udara. Proses penyerbukan dilakukan dengan arah yang tegak lurus dari angin. Serbuk belerang ini mampu membunuh oidium yang letaknya 1 cm.
Anda juga bisa menggunakan belerang lumpur (zwavelmodder), di samping pemakaian belerang cirrus. Tetapi belerang lumpur ini bersifat higroskopis sehingga bisa merusak tanaman bila tidak digunakan dengan benar. Sebelum Anda memakai belerang lumpur campurkan terlebih dahulu dengan kapur 10 persen. Dengan demikian, maka belerang tersebut lebih aman untuk digunakan.
Sedangkan untuk pembibitan tanaman karet bisa dilaksanakan penyemprotan menggunakan serbuk belerang yang telah disuspensi dalam air dengan kadar antara 5-6 persen. Namun karena belerang sulit bercampur dengan air, Anda bisa mengakalinya dengan menambahkan sabun, lerak, dan lain-lain sebagai bahan pembasuh (wetting agent). Dengan demikian, penyerbukan yang seharusnya dilakukan 5-6 kali bisa dihemat menjadi 3 kali dengan hasil yang sama.
  • Pengendalian Memakai Fungisida
Fungisida yang dianjurkan untuk digunakan mengendalikan penyakit embun tepung antara lain triadimefon, triadimenol, dan polipikonazol. Anda bisa membeli fungisida-fungisida ini secara online di www.tokotanaman.com. Kami akan langsung mengirimkannya setelah Anda melakukan pemesanan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bagaimana Produk Lokal Bisa Dikenal di Taiwan

  Tidak semua produk lokal langsung bisa menembus pasar luar negeri. Diperlukan strategi, kesabaran, dan pemahaman terhadap budaya konsumen. Begitu pula ketika ingin mengenalkan produk Indonesia di Taiwan — sebuah pasar yang unik, kompetitif, tapi juga terbuka terhadap hal-hal baru. Langkah pertama adalah membangun citra positif produk. Konsumen Taiwan sangat memperhatikan kualitas dan kebersihan, jadi kemasan yang rapi, desain profesional, serta informasi produk yang jelas menjadi hal penting. Produk yang terlihat serius akan lebih mudah mendapat kepercayaan dibanding yang terkesan asal-asalan. Selanjutnya, pahami perilaku belanja masyarakat Taiwan. Mereka aktif di platform e-commerce dan media sosial seperti Shopee Taiwan, Facebook, dan Instagram. Pelaku usaha dari Indonesia bisa memanfaatkan ini untuk memperkenalkan produknya melalui promosi online atau kolaborasi dengan diaspora Indonesia di sana. Selain itu, keunikan budaya Indonesia justru bisa menjadi nilai tambah. Produk...

Strategi Bisnis Ekspor: Menembus Pasar Jepang dengan Produk Lokal

  Pasar Jepang selalu menjadi incaran bagi banyak pelaku usaha di Indonesia. Negara dengan perekonomian maju ini memiliki permintaan yang stabil, daya beli tinggi, serta hubungan dagang yang erat dengan Indonesia. Bagi pengusaha yang ingin memperluas pasar, Jepang adalah tujuan strategis yang tidak bisa diabaikan. Potensi Produk Lokal Indonesia di Pasar Jepang Produk lokal Indonesia memiliki daya tarik tersendiri di mata konsumen Jepang. Beberapa kategori produk yang berpotensi antara lain: Hasil Pertanian dan Perkebunan – Kopi, teh, kakao, rempah, dan buah tropis. Produk Perikanan – Udang, tuna, dan rumput laut. Kerajinan Tangan dan Furnitur – Produk berbahan kayu, rotan, maupun bambu. Produk Fashion dan Tekstil – Batik, tenun, dan pakaian jadi. Keunikan produk lokal ini menjadi nilai tambah yang dapat menarik konsumen Jepang, terutama jika dikemas dengan cara yang modern dan memenuhi standar kualitas internasional. Strategi Bisnis untuk Menembus Pasar Jepang...

Peluang Besar Ekspor Kakao Indonesia ke Italia

  Italia terkenal dengan produk cokelat premium yang mendunia, seperti Ferrero Rocher, Venchi, dan Amedei. Cita rasa cokelat Italia yang khas dan berkualitas tinggi tidak terlepas dari bahan baku kakao yang mereka gunakan. Meskipun Italia adalah salah satu produsen cokelat terbaik di dunia, negara ini bukan penghasil utama kakao. Karena itu, peluang ekspor kakao Indonesia ke Italia terbuka sangat lebar. Indonesia termasuk dalam lima besar produsen kakao terbesar di dunia. Sentra produksi utamanya berada di Sulawesi, Sumatera, dan Papua, dengan varietas yang memiliki cita rasa kuat serta kadar lemak yang ideal untuk industri cokelat. Banyak perusahaan Italia yang mencari sumber kakao dengan karakteristik tropis seperti ini untuk menghasilkan cokelat premium dengan aroma dan tekstur yang unik. Permintaan kakao dari Indonesia ke Eropa, khususnya Italia, cenderung meningkat seiring berkembangnya tren cokelat artisan dan produk berbasis kakao organik. Konsumen Italia kini lebih pedul...