Langsung ke konten utama

Penyakit Jamur Akar Merah Pada Tanaman Karet

Ada beberapa penyakit yang dapat menyerang tanaman karet. Salah satunya adalah penyakit jamur akar merah. Serangan penyakit ini mampu mengakibatkan lebih dari 20 persen tanaman mati sehingga menjadi penyakit yang penting di perkebunan karet. Penyebabnya sendiri ialah Ganoderma philippii. Umumnya, penyakit jamur akar merah menyerang tanaman-tanaman karet yang telah berusia dewasa hingga tua.
Penyakit jamur akar merah dapat membentuk rumpang-rumpang yang luas. Perkembangan penyakitnya membutuhkan waktu yang sangat lama. Hal ini mengakibatkan gejala-gejala awal serangan Ganoderma philippii baru terlihat setelah bertahun-tahun kemudian. Para petani biasanya mencegah penyakit ini menyerang tanaman karet miliknya dengan membersihkan semua tanggul dan sisa-sisa akar tanaman secara tuntas.
penyakit-jamur-akar-merah.jpg
Gejala Awal
Tanaman karet yang terserang penyakit jamur akar merah ditandai oleh bagian akar tanaman karet yang sakit tertutupi selaput miselium yang berwarna merah. Jika diperhatikan dengan baik, selaput tadi ditempeli butiran-butiran tanah berwarna merah yang terlihat lebih jelas apabila akar yang terserang dicuci bersih. Miselium yang sedang tumbuh di akar memiliki tepi yang berwarna merah anggur tua. Sedangkan perlukaan dalam dari selaput miselium ini berwarna putih kotor.
Cendawan Ganoderma philippii biasanya menular dari satu tanaman karet ke tanaman karet lainnya melalui kontak langsung antara masing-masing akar. Cendawan tersebut mempunyai benang-benang yang agak pendek membentuk jaringan miselia yang bisa menutupi bagian permukaan akar tanaman. Benang-benang ini berwarna putih saat kering serta putih tua ketika basah pada tingkat permulaan.
Penyakit jamur akar merah berbeda dengan penyakit jamur akar putih. Perbedaan yang mencolok terletak pada cendawan penyebabnya yang tidak membentuk rhizomorf. Sedangkan pada penyakit jamur akar putih, gejala-gejala awal serangannya bisa dilihat pada artikel yang pernah kami bahas sebelumnya di sini. Karena jenis cendawan yang menyebabkannya berbeda maka dibutuhkan penanganan khusus untuk mengendalikan penyakit jamur akar putih ini.
Pengendalian
Berikut ini upaya-upaya yang dapat dilaksanakan untuk mengendalikan penyakit jamur akar putih pada tanaman karet, antara lain :
  1. Semua tanggul dan sisa akar harus dibersihkan lalu dibakar ketika sedang melakukan pembukaan lahan atau peremajaan perkebunan.
  2. Tanaman-tanaman karet yang sakit atau mati sebaiknya dibongkar tuntas. Carilah sumber infeksinya, lalu musnahkan.
  3. Jagalah agar kondisi pH tanah pada perkebunan karet tetap berada di kisaran 6-6,5. Jika pH tanah terlalu rendah, Anda bisa memberikan dolomit.
  4. Buatlah selokan isolasi atau pembukaan leher akar untuk mencegah semakin meluas serangan penyakit jamur akar putih ini.
  5. Tanaman karet yang sakit bisa diobati menggunakan Ganocide seperti drazoxolon atau calixin CP (collar protectant) seperti tridemorf.
  6. Perkebunan karet perlu diatur kondisinya agar jangan terlalu lembab. Salah satu cara yang bisa ditempuh yaitu membuat sistem drainase sebaik-baiknya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bagaimana Produk Lokal Bisa Dikenal di Taiwan

  Tidak semua produk lokal langsung bisa menembus pasar luar negeri. Diperlukan strategi, kesabaran, dan pemahaman terhadap budaya konsumen. Begitu pula ketika ingin mengenalkan produk Indonesia di Taiwan — sebuah pasar yang unik, kompetitif, tapi juga terbuka terhadap hal-hal baru. Langkah pertama adalah membangun citra positif produk. Konsumen Taiwan sangat memperhatikan kualitas dan kebersihan, jadi kemasan yang rapi, desain profesional, serta informasi produk yang jelas menjadi hal penting. Produk yang terlihat serius akan lebih mudah mendapat kepercayaan dibanding yang terkesan asal-asalan. Selanjutnya, pahami perilaku belanja masyarakat Taiwan. Mereka aktif di platform e-commerce dan media sosial seperti Shopee Taiwan, Facebook, dan Instagram. Pelaku usaha dari Indonesia bisa memanfaatkan ini untuk memperkenalkan produknya melalui promosi online atau kolaborasi dengan diaspora Indonesia di sana. Selain itu, keunikan budaya Indonesia justru bisa menjadi nilai tambah. Produk...

Strategi Bisnis Ekspor: Menembus Pasar Jepang dengan Produk Lokal

  Pasar Jepang selalu menjadi incaran bagi banyak pelaku usaha di Indonesia. Negara dengan perekonomian maju ini memiliki permintaan yang stabil, daya beli tinggi, serta hubungan dagang yang erat dengan Indonesia. Bagi pengusaha yang ingin memperluas pasar, Jepang adalah tujuan strategis yang tidak bisa diabaikan. Potensi Produk Lokal Indonesia di Pasar Jepang Produk lokal Indonesia memiliki daya tarik tersendiri di mata konsumen Jepang. Beberapa kategori produk yang berpotensi antara lain: Hasil Pertanian dan Perkebunan – Kopi, teh, kakao, rempah, dan buah tropis. Produk Perikanan – Udang, tuna, dan rumput laut. Kerajinan Tangan dan Furnitur – Produk berbahan kayu, rotan, maupun bambu. Produk Fashion dan Tekstil – Batik, tenun, dan pakaian jadi. Keunikan produk lokal ini menjadi nilai tambah yang dapat menarik konsumen Jepang, terutama jika dikemas dengan cara yang modern dan memenuhi standar kualitas internasional. Strategi Bisnis untuk Menembus Pasar Jepang...

Peluang Besar Ekspor Kakao Indonesia ke Italia

  Italia terkenal dengan produk cokelat premium yang mendunia, seperti Ferrero Rocher, Venchi, dan Amedei. Cita rasa cokelat Italia yang khas dan berkualitas tinggi tidak terlepas dari bahan baku kakao yang mereka gunakan. Meskipun Italia adalah salah satu produsen cokelat terbaik di dunia, negara ini bukan penghasil utama kakao. Karena itu, peluang ekspor kakao Indonesia ke Italia terbuka sangat lebar. Indonesia termasuk dalam lima besar produsen kakao terbesar di dunia. Sentra produksi utamanya berada di Sulawesi, Sumatera, dan Papua, dengan varietas yang memiliki cita rasa kuat serta kadar lemak yang ideal untuk industri cokelat. Banyak perusahaan Italia yang mencari sumber kakao dengan karakteristik tropis seperti ini untuk menghasilkan cokelat premium dengan aroma dan tekstur yang unik. Permintaan kakao dari Indonesia ke Eropa, khususnya Italia, cenderung meningkat seiring berkembangnya tren cokelat artisan dan produk berbasis kakao organik. Konsumen Italia kini lebih pedul...