Bagaimana cara pengendalian penyakit jamur akar putih? Salah satu penyakit yang penting pada tanaman karet adalah penyakit jamur akar putih (JAP). Penyakit ini disebabkan oleh jamur Rigidoporus lignosus atau Rigidoporus microporus. Ciri-ciri penyakit jamur akar putih di antaranya terdapat benang-benang halus menyerupai sarang laba-laba di sepanjang akar tanaman karet yang terserang. Jika sistem perakarannya dibuka, maka benang-benang ini terlihat lebih jelas dan menempel sangat kuat pada akar.
Tanaman karet yang terserang penyakit jamur akar putih akan menunjukkan gejala awal seperti berikut. Daun-daun pada tanaman tersebut akan berubah warna menjadi hijau kusam serta ukurannya lebih tebal daripada daun yang normal. Lama-kelamaan daun-daun ini akan menjadi cokelat dan mengering. Selanjutnya penyakit akan menyebar ke tanaman lain melalui kontak antara akar tanaman. Rizomorf JAP ini akan sedikit demi sedikit akan menjalar ke tanaman yang sehat, lalu menuju ke bagian leher akar hingga akhirnya menginfeksi akar lateral lainnya.
Setidaknya terdapat dua metode dasar yang bisa dilaksanakan untuk mengendalikan penyakit jamur akar putih, di antaranya :
Pembersihan Sumber Infeksi Penyakit
Usahakan Anda memilih bibit karet yang berkualitas unggul untuk ditanamkan. Pastikan bibit tersebut bebas dari penyakit jamur akar putih. Lakukan proses penyeleksian sebaik-baiknya guna menghindari bibit yang telah terinfeksi. Bibit yang sakit tidak boleh ditanam dan harus dimusnahkan agar tidak menjadi sumber infeksi di kebun.
Selanjutnya pencegahan infeksi jamur akar putih bisa dilakukan dengan memberikan belerang cirrus sebanyak 250 kg per hektar lahan pembibitan. Belerang cirrus ini juga dapat diaplikasikan dengan menaburkannya di antara barisan tanaman ketika bibit karet masih berusia 2 bulan.
Pencegahan Penyakit Semakin Meluas
Pengendalian penyakit jamur akar putih dapat dilaksanakan menggunakan metode kimiawi maupun biologis. Meskipun pengendalian dengan metode kimiawi menunjukkan hasil yang lebih baik, tetapi Anda tetap harus mengombinasikannya dengan metode biologis. Pengobatan secara kimiawi misalnya bisa dilakukan dengan mengaplikasikan fungisida yaitu Bayleton dengan dosis sebanyak 55 cc/L air per tanaman.
Sebelumnya dibuat parit isolasi supaya campuran Bayleton ini bisa diserap oleh tanaman karet secara maksimal. Sedangkan untuk aplikasi menurut usia tanaman antara lain tanaman berumur kurang dari setahun sebanyak 250 ml/pohon, tanaman berumur 2-3 tahun sebanyak 500 ml/pohon, dan tanaman berumur lebih dari 3 tahun sebanyak 1000 ml/pohon.
Komentar
Posting Komentar