Bagaimana teknik pengendalian penyakit akar putih pada tanaman karet dilaksanakan? Tanaman karet merupakan tanaman penghasil lateks yang banyak dibudidayakan oleh para petani di Indonesia. Budidaya tanaman ini terbilang cukup menguntungkan sebab harga lateks di pasaran relatif stabil. Akan tetapi membudidayakan tanaman karet penuh dengan risiko karena banyak penyakit yang mengintainya.
Salah satu penyakit yang sangat berbahaya bagi tanaman karet ialah penyakit akar putih. Sesuai namanya, penyakit ini menyerang akar tumbuhan karet hingga mengakibatkan pembusukan. Karena akarnya busuk, tanaman pun tidak bisa mendapatkan nutrisi yang dibutuhkannya. Pada akhirnya, daun-daun tanaman karet tadi akan mengering dan berguguran. Akhirnya pohon karet akan mati.
Terdapat beberapa gejala awal yang ditunjukkan oleh serangan penyakit akar putih pada tanaman karet. Misalnya seperti daun tanaman yang terinfeksi akan menjadi berwarna hijau pucat, kekuningan, atau layu karena kekurangan air. Kemudian pada akar dan leher akar tanaman tersebut diselimuti benang-benang putih yang merupakan jamur. Terkadang tanaman yang sakit juga akan menghasilkan bunga dan buah sebelum tiba waktunya.

Serangan penyakit akar putih yang sudah terlampau parah dapat mengakibatkan bagian akar tanaman karet membusuk. Hal ini lantas diikuti dengan daun menjadi kering, layu, dan gugur. Lama-kelamaan tanaman karet tersebut juga bakal mati dengan sendirinya. Penyakit akar putih biasanya menyebar melalui kontak antara akar tanaman, tunggul yang telah ditumbuhi jamur Rigidoporus lignosus, serta penyebaran spora oleh angin.
Pemeriksaan secara dini sangat penting dilaksanakan untuk memastikan kondisi semua tanaman karet yang Anda pelihara baik-baik saja. Periksa gejala-gejala yang muncul di seluruh tajuk tanaman. Jika perlu, Anda bisa memberikan mulsa di sekeliling pangkal tanaman pada setiap awal dan akhir musim penghujan. Jadi bila tanaman diserang oleh cendawan sumber penyakit ini dapat ditangani dengan mudah yakni cukup menyingkirkan mulsanya saja.
PENCEGAHAN
Beberapa upaya yang bisa Anda lakukan untuk mencegah penyakit akar putih di antaranya :
- Membersihkan lahan dari sampah, sisa tunggul, dan akar tanaman lama.
- Menanam tumbuhan kacang-kacangan untuk menutupi tanah.
- Menggunakan bibit karet yang berkualitas unggul bisa dibeli di TokoTanaman.com.
- Memusnahkan tanaman mati akibat serangan penyakit ini sampai ke akarnya.
- Menghindari menanam tumbuhan yang bisa menjadi inang jamur akar putih.
PENGOBATAN
Langkah-langkah pengobatan tanaman karet yang sakit akibat penyakit akar putih yaitu :
- Bukalah lapisan tanah yang terletak di sekitar leher akar pada jarak 30 cm mengelilingi akar tersebut. Kedalaman lubang kurang lebih mencapai 40-50 cm.
- Jika ditemukan ada akar yang terkena penyakit akar putih, Anda bisa mengerok lapisan jamur yang menempel di permukaan akar tersebut sampai bersih.
- Setelah kondisi akar sudah cukup bersih dari jamur, Anda bisa mengoleskan Fungisida menggunakan kuas ke seluruh akar tadi secara merata.
- Biarkan akar yang telah diobati tetap terbuka selama 2-3 hari supaya mengering. Setelah itu, lubang bisa ditutup kembali memakai tanah.
- Sedangkan untuk akar yang sudah terlanjur membusuk bisa dipotong. Usahakan pembongkarannya mencapai 2 meter. Kemudian akar ini bisa langsung dibakar.
- Langkah berikutnya ialah menaburkan belerang sebanyak 150 gram/pohon. Caranya taburkan belerang di sekeliling tanaman yang sudah terobati.
- Jangan lupa memeriksa kondisi tanaman karet di sekitar tanaman yang terserang. Sebaiknya berikan fungisida pada tanaman tersebut meskipun tidak sakit.
- Buatlah parit isolasi untuk mencegah meluasnya serangan penyakit akar putih. Parit ini dibuat melintang arah barisan tanaman dengan ukuran panjang 3 m, lebar 30 cm, dan kedalaman 40 cm.
Komentar
Posting Komentar