Apakah penyakit-penyakit yang dapat menyerang batang pohon karet? Tanaman karet yang Anda pelihara tidak bisa terlepas dari penyakit yang sewaktu-waktu dapat menyerangnya. Serangan dari penyakit ini akan menimbulkan dampak yang berbeda-beda. Misalnya kesehatan tanaman menjadi terganggu, pertumbuhan tanaman terhambat, tingkat produktivitasnya menurun, hingga kematian. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mewaspadai gejala-gejala awal yang ditunjukkan serangan penyakit.
Terdapat beraneka ragam penyakit yang diketahui menyerang tanaman karet. Bagian tanaman yang dikenai serangan tersebut pun bermacam-macam bukan hanya akarnya saja. Penyakit ini dapat menjangkiti batang, bidang sadap, daun, dan buah karet. Khusus penyakit yang menyerang batang tumbuhan karet bisa menimbulkan imbas yang sangat serius yakni pohon mati akibat membusuk. Penyakit lainnya yaitu penyakit jamur upas serta penyakit kanker bercak.

Penyakit Busuk Pangkal Batang
Penyakit busuk pangkal batang pada tanaman karet disebabkan oleh cendawan Botrydipbdia theobromae. Cendawan ini mempunyai badan buah penghasil spora yang jumlahnya sangat banyak. Spora ini tumbuh di bagian batang karet yang terinfeksi. Jika spora tersebut terbawa angin atau hujan dan jatuh pada batang tanaman karet lainnya, maka bisa langsung menginfeksi terutama bila tanaman kekurangan air atau terluka. Penyakit ini umumnya menyerang tanaman muda yang berumur 3-4 tahun.
Gejala-gejala yang muncul akibat serangan penyakit busuk pangkal batang cukup sulit untuk diidentifikasi. Dibutuhkan ketelitian dan kecermatan yang tinggi untuk mengenalinya. Pangkal batang kulit tanaman yang terserang biasanya akan kering dan pecah-pecah padahal kondisi bagian atasnya bagus. Lama-kelamaan bagian pangkal batang tadi akan menghitam, lapisan kayunya rusak, dan terus menjalar ke atas. Setelah bagian yang terserang mencapai lebih dari 1 meter, batang tersebut tidak kuat lagi menahan tajuk sehingga pohon gampang rubuh
Penyakit Jamur Upas
Berbeda dengan penyakit busuk pangkal batang, penyebab penyakit jamur upas pada pohon karet ialah cendawan Corticium salmonicolor. Cendawan ini memiliki 4 fase pertumbuhan antara lain pembentukan lapisan tipis berwarna putih di permukaan kulit, pembentukan sekumpulan benang jarum menyerupai bongkol, pembentukan lapisan kerak berwarna merah muda, dan pembentukan lapisan tebal yang warnanya merah tua. Penyakit jamur upas diketahui menyerang percabangan atau batang tanaman karet sehingga menyebabkannya mudah patah.
Gejala utama serangan penyakit jamur upas ditandai dengan munculnya benang-benang halus berwarna putih di bagian pangkal batang atau atas percabangan. Lambat laun sekumpulan benang tersebut akan membentuk lapisan kerak yang berwarna merah lalu semakin menebal hingga warnanya menjadi merah tua. Batang karet yang terinfeksi juga biasanya akan mengeluarkan cairan lateks berwarna kehitaman. Jika terus dibiarkan, bagian tersebut bakal membusuk, menghitam, mengering, serta mengelupas. Serangan yang sudah terlampau parah akan mematikan tajuk percabangan sehingga mudah patah.
Penyakit Kanker Bercak
Jamur Phytophthora palmivora merupakan penyebab penyakit kanker bercak pada tanaman karet. Jamur ini mempunyai benang-benang hifa berwarna putih yang tidak kasat di mata. Perkembangbiakannya adalah melalui spora. Jamur ini diklaim dapat bertahan hidup sangat lama di dalam tanah. Angin dan hujan bisa menjadi sarana penyebaran spora jamur Phytophthora palmivora. Bahkan percikan air di tanah yang mengandung spora jamur ini dapat memindahkannya ke batang tanaman.
Pada umumnya, gejala penyakit kanker bercak sulit dikenali sebab serangannya dimulai dari lapisan di bawah kulit. Gejala tersebut baru kelihatan apabila dilakukan pengikisan pada kulit batang atau kulit cabang tanaman yang diduga menderita. Ciri-cirinya yaitu terdapat warna cokelat kemerahan yang bercampur bercak-bercak besar yang meluas ke samping lapisan kambium dan lapisan kayu. Selain itu, bagian yang sakit juga akan mengeluarkan cairan lateks berwarna kemerahan yang baunya busuk. Kadang-kadang juga terjadi penggumpalan lateks di bawah kulit sehingga mengakibatkan kulit batang menjadi pecah dan terbuka yang dapat mengundang serangan hama penggerek batang.
Komentar
Posting Komentar