Bagaimana cara mengatasi penyakit gugur daun pada tanaman karet? Bagi kondisi perekonomian di Indonesia, tumbuhan karet begitu penting. Ini dikarenakan nilai komoditas ekspor karet sangat besar dan termasuk salah satu penyumbang devisa terbanyak di sektor pertanian. Bahkan pada tahun 2011, nilai ekspor karet mencapai lebih dari US $11.8 miliar. Nilai tersebut tentu saja mengalami kenaikan yang tajam di tahun 2017 ini.
Sayangnya tingkat produktivitas pohon karet di Indonesia masih tergolong rendah. Tidak diterapkannya teknologi budidaya secara modern menjadi penyebab terkuat. Selain itu, faktor alami seperti kondisi iklim dan gangguan cuaca juga turut mengakibatkan kemampuan tanaman dalam menghasilkan getah tidak stabil. Begitu pula dengan serangan hama dan penyakit yang dapat mengganggu produksi getah sampai menyebabkan kematian tanaman.
Tahukah Anda, salah satu penyakit penting yang kerap merusak tanaman karet ialah penyakit gugur daun (oidium) atau penyakit embun tepung. Penyakit ini dapat menyerang tanaman karet yang belum menghasilkan sampai tanaman menghasilkan. Beberapa kasus serangan juga terjadi pada tanaman karet yang masih berada di tempat persemaian, pembibitan, dan kebun entres. Penyebab utamanya adalah jamur Oidium heveae. Jamur ini akan menyebar dengan cepat manakala kondisi cuaca sedang kering, tetapi sering terjadi hujan di malam hari atau embun pada pagi hari.

Jamur Oidium heveae pada dasarnya menyerang daun-daun yang masih berusia muda dan warnanya kecokelat-cokelatan. Akibat dari serangan tersebut, daun akan berubah warna menjadi hitam, lemas, berlendir, dan berkeriput. Bila diamati, terdapat bercak putih seperti tepung halus di bagian bawah permukaan daun yang terserang. Bercak putih tersebut sebenarnya merupakan spora jamur alias benang hifa. Lambat laun ukuran tepung ini akan semakin meluas hingga menutupi seluruh permukaan daun hingga mengakibatkannya mati dan jatuh berguguran.
Tidak hanya daun yang masih muda, serangan jamur Oidium heveae juga kerap menimpa daun-daun yang umurnya sudah cukup tua. Ciri-cirinya antara lain muncul bercak berwarna kekuningan atau kecokelatan yang kemudian berkembang menjadi bintik nekrotik. Beberapa daun tua juga acap kali diselimuti tepung berwarna putih tetapi tidak selalu menyebabkan daun tersebut gugur. Akibat terbesarnya yaitu kemampuan daun dalam melakukan fotosintesis akan menurun drastis. Hal ini lantas akan menghambat pertumbuhan tanaman serta mengurangi daya produksi tanaman dalam menghasilkan lateks.
Upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk menanggulangi penyakit gugur daun antara lain :
- Pilihlah bibit karet yang berasal dari klon unggul untuk dibudidayakan. Hindari menanam klon karet yang rentan di daerah-daerah yang terindikasi rawan serangan jamur Oidium heveae. Klon-klon tersebut antara lain GT1, PR255, dan WR101.
- Memberikan rangsangan tertentu untuk mempercepat pertumbuhan daun sehingga terhindar dari serangan penyakit, khususnya pada waktu musim penghujan. Caranya ditempuh dengan memberikan pupuk nitrogen sesuai dosis anjuran.
- Memberikan perlindungan terhadap tanaman sehingga terhindar dari serangan penyakit gugur daun. Anda bisa mengaplikasikan fungisida Bayfidan 250 EC, Bayleton 250 EC, belerang atau Tilt 250 EC seminggu sekali sebanyak 5 kali dimulai saat tanaman telah membentuk daun mencapai 10 persen.
- Pengendalian penyakit embun tepung pada tanaman karet menghasilkan tidak ekonomis. Jadi pencegahan masih menjadi metode yang paling kami rekomendasikan. Khusus untuk tanaman menghasilkan, Anda dapat mencegah pertumbuhan jamur Oidium heveae melalui pemberian pupuk ekstra pada awal dan akhir musim penghujan.
Komentar
Posting Komentar