Apakah bahan-bahan alami yang dapat dipakai untuk membekukan getah karet? Salah satu produsen getah karet paling besar di dunia adalah Indonesia. Perkebunan karet di Nusantara terbentang dari Sabang sampai Merauke. Tidak terkecuali di wilayah daratan Pulau Sumatera. Di sini, sebagian besar area perkebunan ditanami tumbuhan karet (Hevea braziliensis). Selain getah lateksnya, masyarakat setempat juga sering memanfaatkan ranting-ranting pohon karet sebagai kayu bakar.
Perdagangan lateks sangat mempengaruhi kondisi ekonomi para petani yang menggantungkan hidupnya dari pohon karet. Kondisi cuaca berpengaruh sekali terhadap tingkat produktivitas tanaman karet dalam memproduksi getahnya. Yang membuat miris adalah jika petani lain merasa senang saat turun hujan, hujan bagi para petani karet seolah-olah justru menjadi sebuah bencana. Air hujan akan mencemari getah karet yang belum sempat dipanen. Proses pembekuan getah karet dinilai cukup efektif dalam mengatasi dampak yang ditimbulkan oleh air hujan.
Sayangnya petani belum menentukan metode yang tepat dan aman untuk membekukan getah karet. Pembekuan menggunakan bahan-bahan kimia memang dapat mempercepat waktu pembekuan getah karet. Tetapi pemakaian bahan tersebut memiliki dampak buruk bagi kesehatan tumbuhan karet dan lingkungan hayati. Pohon karet yang terlalu sering diberi bahan kimia mengakibatkan akarnya membusuk, kulitnya menua dan mengelupas dengan cepat, hingga akhirnya pohon tersebut mati.

Di sini kami mencoba memberikan alternatif bahan-bahan alami yang dapat dimanfaatkan untuk membantu mempercepat proses pembekuan getah karet.
- Garam
Garam merupakan senyawa makro yang dibutuhkan oleh semua makhluk hidup. Faktanya, pemakaian garam dengan tingkat konsentrasi yang tinggi terbukti mampu menghentikan aktivitas air. Sayangnya kebutuhan garam ini sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Jadi setiap perkebunan karet membutuhkan garam dengan konsentrasi yang berbeda-beda. Garam bisa segera diaplikasikan sesaat setelah dilakukan proses penyadapan getah karet.
- Air Nira
Air nira berasal dari pohon aren yang juga biasanya banyak tumbuh di area perkebunan tanaman karet. Masyarakat kita umumnya memanfaatkan air nira ini untuk diolah menjadi minuman tuak. Daripada membuatnya menjadi minuman yang tidak penting, Anda bisa memanfaatkan air nira tadi sebagai pembeku getah karet. Caranya adalah masukkan air nira ke dalam botol plastik, lalu tutup menggunakan kantung plastik yang diikat memakai karet gelang. Biarkan air nira ini selama 3-4 minggu agar menjadi basi.
- Asam Cuka
Anda bisa menggunakan cuka yang sudah jadi atau membuat cuka sendiri dari buah-buahan yang rasanya masam. Untuk membuat cuka sendiri, Anda bisa memarut buah-buah tersebut untuk diambil air sarinya. Air sari buah ini lantas dimasukkan ke botol plastik. Lalu tambahkan garam sebanyak 1,5 sendok teh per liter air sari buah. Biarkan air sari buah ini selama 7-14 hari. Setelah jadi, cuka buah bisa Anda tuangkan secukupnya ke dalam wadah penampungan getah karet untuk mempercepat terjadinya pembekuan.
Komentar
Posting Komentar