Bagaimana langkah-langkah okulasi karet yang benar? Karet (Hevea brasiliensis) merupakan tanaman dari suku Moraceae yang berasal dari Amerika Selatan. Setelah dilakukan berbagai penelitian, kini pohon karet bisa dibudidayakan dengan baik di kawasan Asia Tenggara. Pohon karet merupakan tanaman yang dapat menghasilkan lateks sebagai bahan pembuat karet alami.
Pohon karet bisa tumbuh hingga tingginya mencapai 15-25 m dengan postur yang besar. Batangnya tumbuh lurus serta mempunyai percabangan yang tinggi di bagian atas. Di dalam batang ini tersimpan lateks atau getah karet. Daun karet terdiri atas tangkai anak daun sepanjang 3-10 cm dan tangkai utama yang berukuran 3-20 cm. Anak daun berbentuk eliptis, memanjang dengan ujung meruncing, serta memiliki tepi yang rata.
Teknik okulasi menggunakan entres dari klon yang unggul perlu dilakukan untuk mendapatkan bibit karet yang berkualitas baik. Berbeda dengan bibit yang dibuat dari biji, bibit ini sering kali memiliki banyak penyimpangan-penyimpangan. Hal ini terjadi lantaran proses penyerbukan bunganya tidak terkontrol sehingga menyebabkan tingkat pertumbuhan dan produktivitasnya menjadi tidak seragam.

Tidak terlalu sulit kok dalam mengokulasi tanaman karet. Simak panduannya sebagai berikut!
Alat dan Bahan :
- Batang bawah karet
- Batang atas (entres) karet
- Pisau okulasi
- Plastik okulasi
- Kain lap
Langkah-langkah :
- Persiapan Awal
Siapkan pohon karet yang akan dijadikan sebagai batang bawah dan batang atas. Batang bawah sebaiknya diambil dari pohon karet yang berasal dari biji klon unggul sehingga memiliki sistem perakaran yang kuat. Bersihkan area lahan di sekitar batang bawah ini seminggu sebelum proses okulasi dimulai. Sedangkan batang atas diambil dari cabang tanaman karet yang bermutu baik dan usianya cukup.
- Pembuatan Jendela Okulasi
Mulailah dengan membersihkan batang bawah dari kotoran dan tanah menggunakan kain lap. Setelah itu, buatlah tiga sayatan secara vertikal pada kulit batang bawah tersebut mulai dari ketinggian 7-10 cm dan satu sayatan secara horizontal pada ujung atas ketiga sayatan vertikal. Adapun lebar dari ketiga sayatan vertikal maksimal adalah 1/3 dari diameter batang bawah.
Kemudian bukalah sayatan tadi dari atas ke bawah hingga membentuk jendela okulasi. Lakukan secara hati-hati agar sayatan ini tidak robek atau kemasukan benda-benda asing. Lalu bagian kulit yang terkelupas ini dipotong sampai tersisa hanya 1 cm sebagai penahan perisai mata okulasi.
- Pembuatan Perisai Mata Okulasi
Siapkan batang atas. Buatlah dua torehan secara vertikal di samping kiri dan kanan ketiak daun sepanjang minimal 5 cm. Sedangkan jarak antara kedua torehan tersebut harus lebih kecil dari lebar jendela okulasi kurang lebih sekitar 2,5 cm. Kemudian torehan secara horizontal untuk menghubungkan kedua torehan vertikal dibuat di bawah ketiak daun.
Setelah itu, sayatlah batang entres di bawah ketiak daun ini hingga terbawa sedikit kayu dimulai dari bawah torehan horizontal. Untuk mengambil perisai mata okulasi tersebut, sayatlah lapisan kulit entres dimulai dari jarak 2,5 cm dari atas ketiak daun sembari mengangkat perisai okulasi dengan ibu jari. Sebelum digunakan untuk penempelan, periksalah apakah perisai tersebut mempunyai calon tunas atau tidak.
- Penempelan dan Pembalutan
Perisai mata okulasi yang sudah berhasil dipisahkan dari tanaman indukan lantas ditempelkan ke jendela okulasi yang sudah dibuat sebelumnya. Caranya yaitu selipkan perisai mata tersebut tepat pada sisa kulit batang pada jendela okulasi. Peganglah perisai tersebut menggunakan ibu jari, lalu ikat menggunakan plastik okulasi agar bisa menempel dengan kuat. Biar hasilnya bagus, pembalutan dimulai dari jarak 2 cm dari bibir bawah ke atas secara melingkar dan searah jarum jam sampai 2 cm dari bibit atas.
- Pemeriksaan Hasil Okulasi
Anda bisa memeriksa apakah okulasi yang dilakukan berhasil atau tidak dalam waktu 3-4 minggu kemudian. Pekerjaan Anda bisa dikatakan sukses apabila mata okulasi tetap berwarna hijau. Sebaliknya, ciri-ciri okulasi yang gagal yaitu mata okulasinya berubah warna menjadi cokelat kehitam-hitaman karena kekeringan atau membusuk.
Langkah-langkah Okulasi Karet yang Benar
Komentar
Posting Komentar