Pengiriman ke Jepang saat Lebaran pada dasarnya tetap berjalan, tetapi dengan penyesuaian operasional. Libur Idul Fitri di Indonesia memengaruhi jam kerja kantor, gudang, dan layanan penjemputan barang. Karena itu, penting memahami bagaimana sistem berjalan selama periode tersebut.
Sebagian layanan ekspedisi menerapkan sistem piket dengan jam operasional terbatas. Artinya, pengiriman masih diproses, namun tidak seintensif hari kerja normal. Ada juga perusahaan yang menutup layanan beberapa hari saat hari raya dan kembali beroperasi setelah cuti bersama selesai.
Untuk jalur udara, jadwal penerbangan kargo umumnya tetap tersedia, tetapi kapasitas bisa terbatas karena tingginya permintaan. Untuk jalur laut, keberangkatan kapal mengikuti jadwal pelayaran yang telah ditentukan, namun proses stuffing dan administrasi bisa mengalami penyesuaian waktu.
Proses bea cukai juga tetap berjalan, tetapi jumlah petugas yang bertugas saat libur bisa lebih sedikit. Jika dokumen tidak lengkap atau ada pemeriksaan tambahan, waktu tunggu dapat bertambah.
Karena itu, meskipun pengiriman barang ke Jepang tetap berjalan saat Lebaran, estimasi waktu bisa lebih panjang dibandingkan periode biasa. Mengirim barang sebelum masa libur panjang dimulai menjadi langkah yang lebih aman untuk menghindari penumpukan dan keterlambatan.
Memahami pola operasional selama Lebaran membantu pengirim menyesuaikan jadwal dan mengantisipasi kemungkinan perubahan waktu pengiriman.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Label
Pengetahuan- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Komentar
Posting Komentar